RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Sempat berhenti beberapa bulan, proses pengadaan jalan tol Jogja-Bawen di Kabupaten Magelang kembali dilaksanakan.
Pembebasan jalan tol Jogja-Bawen, kembali dilaksanakan pada Selasa (15/7/2025) di Balai Desa Karangkajen, Kecamatan Secang.
Pembebasan lahan yang dilakukan total sebanyak 92 bidang.
Tersebar di 13 desa dari enam kecamatan di Kabupaten Magelang.
Total luas bidang lahan yang dibayarkan seluas 49,9 hektare dengan total uang ganti rugi sebesar Rp 65,3 miliar.
Baca Juga: Penlok Tol Jogja-Bawen di Kabupaten Magelang Diperpanjang, Konstruksi di Seksi 2 akan segera Dimulai
“Terakhir pembayaran kami sekitar April lalu, dan baru Juli ini baru ada pencairan lagi dari pihak LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara). Pada pembebasan Selasa kemarin ada 13 desa, lima kecamatan,” jelas Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang A. Yani kepada Jawa Pos Radar Magelang, Rabu (16/7/2025).
Ia menyampaikan, pihaknya sebenarnya sudah mengajukan sekitar 300 bidang yang diajukan ke LMAN, namun baru cair pada Juli ini.
“Sudah sekitar tiga bulan kita tidak ada aktivitas pembayaran. Semoga setelah ini pembayaran lahan untuk proyek jalan tol Jogjakarta-Bawen bisa kembali lancar,” ucapnya.
Saat ditanya mengenai penyebab tidak adanya proses atau aktivitas pembayaran jalan tol, Yani mengaku, itu semua ranahnya di LMAN.
Yang jelas, pihaknya sudah mengajukan sekitar 300 bidang, untuk kebijakan pencairan ini seluruhnya di ranah LMAN.
“Apa yang terjadi kita juga kurang paham,” ujarnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Jogja-Bawen Muhammad Fajri Nukman mengatakan, memang ada keterlambatan terkait proses pembayaran untuk pembebasan lahan jalan tol ini.
“Memang ada pengajuan kami ke LMAN baru terbit kurang lebih akhir bulan lalu, dan informasinya kemarin di LMAN ada pergantian pejabat. Sehingga kini pembayaran UGR dapat berjalan kembali.”
Baca Juga: Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen Akan Bertemu di Junction Sleman
Fajri menambahkan, hingga saat ini, progres pembebasan jalan tol sendiri sudah mencapai 61,87 persen.
Mayoritas untuk seluruh kecamatan sudah sampai di tahap penilaian, kecuali di Kecamatan Grabag.
“Di Grabag ini ada tujuh desa, dan targetnya di Agustus itu sudah di tahap musyawarah,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto