Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Rangkaian Waisak, Angka Kunjungan Wisata di Taman Wisata Borobudur Magelang Tembus 100 Ribu Orang

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Senin, 19 Mei 2025 | 06:00 WIB
Suasana Candi Borobudur saat detik-detik Waisak 12 Mei 2025 malam.
Suasana Candi Borobudur saat detik-detik Waisak 12 Mei 2025 malam.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Momen perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE/ 2025, Taman Wisata Borobudur catatkan kunjungan hingga tembus 100 ribu orang.

Angka ini tercatat selama periode 1 hingga 13 Mei 2025.

Angka tersebut merupakan total kunjungan baik pengunjung reguler maupun Umat Buddha yang mengikuti perayaan Waisak dan juga para pendukung acara.

Rangkaian Waisak kali ini juga berbeda dari biasanya, tak hanya dihiasi oleh 2.569 lampion, namun juga terdapat 450 drone yang menjadikan langit Borobudur semakin cantik dan magis di malam itu.

Tercatat kunjungan tertinggi terjadi pada puncak perayaan Waisak pada 12 Mei 2025 sebanyak 45.914 pengunjung, baik umat Buddha yang melakukan ibadah, wisatawan, dan juga para pendukung acara.

Angka ini tumbuh 25% dibandingkan dengan puncak perayaan Waisak tahun lalu yang tercatat sebanyak 36 ribu pengunjung. 

“InJourney mengucapkan terima kasih kepada Umat Buddha dan juga para pengunjung yang dengan tertib dan khidmat mengikuti seluruh rangkaian acara Waisak di Candi Borobudur. Antusiasme yang tinggi ini menunjukkan bahwa Candi Borobudur menjadi destinasi pariwisata yang dicintai seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Direktur Utama InJourney Maya Watono.

Maya menyampaikan, momen ini jadi simbol ruang refleksi bersama tentang pentingnya toleransi dan keberagaman di kehidupan berbangsa.

“InJourney melalui anak usaha kami, InJourney Destinations Management akan terus berkomitmen untuk melakukan pengelolaan kawasan Borobudur dengan bijak dan terus mengedepankan nilai-nilai spiritual dan kultural yang inklusif,” katanya.

Tingginya antusiasme masyarakat untuk mengunjungi Candi Borobudur selama Waisak turut mendorong kenaikan tingkat okupansi hotel dan homestay baik di sekitar Candi Borobudur, maupun kota yang berdekatan seperti Yogyakarta.

Ketua Paguyuban Kampung Homestay Borobudur Muslih menyebut total 152 kamar homestay di kampungnya sudah terisi penuh sebulan sebelum Waisak.

Pemesanan kamar sudah dimulai sejak Februari dan mencapai puncak pada April.

Sekitar 200 calon tamu yang tidak berhasil mendapatkan kamar diarahkan ke homestay lain di wilayah Kecamatan Borobudur yang memiliki sekitar 400 unit dan 800-1.000 kamar.

Ketua DTW Kabupaten Magelang Edward Alfian menyampaikan, tidak hanya berdampak di sekitar area Borobudur, momen Waisak juga berdampak di sejumlah wisata di Kabupaten Magelang, seperti di Ketep Pass, Telomoyo, maupun Nepal Van Java yang mengalami peningkatan signifikan.

Hanya saja, kunjungan wisatawan belum bisa merata.

DTW-DTW yang rajin berpromosi yang kunjungannya banyak.

“Sedangkan yang kurang melakukan promosi, kunjungannya tidak seperti yang diharapkan. Dan ini menjadi evaluasi kembali untuk tahun depan,” ujarnya. (rfk/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#Kunjungan wisata #edward alfian #candi borobudur #homestay #waisak #DTW #InJourney