Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Umat Buddha dari Majelis MUNI Sangha Tantrayana Panjatkan Doa untuk Kedamaian Indonesia di Candi Borobudur Magelang

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Sabtu, 10 Mei 2025 | 17:08 WIB

 

Umat Budha dari Majelis Umat Nyingma Indonesia (MUNI), Sangha Tantrayana lakukan doa bersama di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.
Umat Budha dari Majelis Umat Nyingma Indonesia (MUNI), Sangha Tantrayana lakukan doa bersama di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Ratusan Umat Budha dari Majelis Umat Nyingma Indonesia (MUNI), Sangha Tantrayana lakukan doa bersama di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. 

Untuk kali ketiga, ratusan umat Buddha dari Majelis Umat Nyingma Indonesia (MUNI), Sangha Tantrayana hadir di Candi Borobudur untuk memanjatkan doa demi kesejahteraan dan perdamaian dunia, khususnya di Indonesia.

Doa bersama tersebut dilakukan selama dua hari, Jumat Sabtu (9-10/5/2025) di Taman Aksobya, kompleks Candi Borobudur dalam rangka menyambut Tri Suci Waisak 2569 BE. 

Ketua Panitia Nyingma Monlam Chenmo Indonesia 2025 Lama Rama Santoso Liem menuturkan, kegiatan ini menjadi kali ketiga yang dilangsungkan di kompleks Candi Borobudur.

Sekaligus menjadi agenda rutin tahunan menjelang Waisak. “Pada tahun ini, selama dua hari, kami bagi menjadi dua puja yang berbeda. Hari pertama, Nyingma Minlam Chenmo Indonesia dan di hari kedua adalah Krodikali Feast Offering,” bebernya.

Rangkaian kegiatan tersebut, kata dia, dilakukan dengan melantunkan doa dengan tujuan mengumpulkan kebajikan untuk kebahagiaan semua makhluk.

“Dengan tujuan utamanya, doa aspirasi untuk perdamaian di dunia dan khususnya di NKRI ini,” ucapnya. 

Lama Rama menuturkan, dalam kegiatan tersebut, umat Buddha membaca paritta dan doa aspirasi yang tertuang dalam kitab suci Tantra. Yang dipimpin langsung oleh H.H Kyabje Dungzin Garab Rinpoche. 

“Kitab ini merupakan ajaran Sang Buddha dan diajarkan kembali oleh Buddha Padmasambhava,” jelasnya. 

Untuk peserta, ia menyampaikan, total ada sekitar 550 umat yang berasal dari sejumlah negara. Seperti, dari Indonesia, China, Malaysia, Singapura, Vietnam, Rusia, Australia, Amerika, Inggris, Portugal, hingga Switzerland.

“Sekali lagi, kita berharap dengan lantunan doa ini, bisa memberikan kedamaian bagi dunia dan negara Indonesia,” ujarnya. (rfk/lis

Editor : Lis Retno Wibowo
#candi borobudur #umat buddha #waisak #Panjatkan Doa