RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Jajanan ini selalu ditunggu setiap ramadan untuk menu buka puasa.
Namanya Jemunak, jajanan khas asal Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.
Salah satu tempat produksi jemunak di Gunungpring adalah Jemunak Mbah Mul di Dusun Karaharjan.
Produksi Jemunak Mbah Mul saat ini diteruskan oleh Poningsih dan adiknya Kasmirah.
Kasmirah, 54, mengatakan, tahun ini, dirinya bersama sang kakak mulai memproduksi jemunak memasuki puasa hari ketiga.
Pada ramadan kali ini, jika tidak ada pesanan per hari menghabiskan 15 kg singkong.
Dijelaskan, 15 kg singkong ini akan dicampur dengan 3 kg ketan untuk membuat teksturnya kenyal.
Sebelum singkong dan ketannya dikukus bersama, beras ketan dikukus sampai setengah matang terlebih dahulu.
Setelah itu, kedua adonan ini dicampur menjadi satu untuk dikukus.
Setelah matang, lalu ditumbuk hingga menjadi halus atau kalis.
Agar memiliki cita rasa gurih, adonan yang sudah kalis ini dicampur dengan parutan kelapa kemudian disiram dengan juruh atau cairan gula jawa (gula aren).
Untuk penyajiannya masih secara tradisional, jemunak dibungkus dengan menggunakan daun pisang.
Kasmirah mengatakan, jemunak ini hanya tersedia di bulan ramadan. Sehingga di hari biasa, dirinya membuat jajanan lain seperti nagasari, mutiara, ketan bubuk, dan lunpia.
“Jadi, kalau selama puasa ini fokus hanya jemunak, sama lunpia sayur aja,” ucapnya.
Harga yang dibandrol sangat terjangkau, hanya Rp 3.500 per bungkusnya. Dalam sehari, ia bisa membuat sampai 500 bungkus. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto