Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Remasterplan Taman Wisata Candi Borobudur, Jadikan Wisata Heritage Dunia

Lis Retno Wibowo • Minggu, 22 September 2024 | 05:18 WIB
Penataan ulang Candi Borobudur terus dilakukan menuju pariwisata kelas dunia.
Penataan ulang Candi Borobudur terus dilakukan menuju pariwisata kelas dunia.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Penataan ulang atau remasterplan kawasan destinasi Candi Borobudur untuk memberikan impact yang besar bagi Jawa Tengah.

Remasterplan juga bertujuan menjadikan Candi Borobudur sebagai destinasi pariwisata berkualitas dunia yang berbasis heritage dan spiritual.

Termasuk dalam upaya untuk menjaga konservasi di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur.

Hal itu dikatakan Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata In Journey Maya Watono.  “Mengingat ini merupakan cagar budaya dan kebanggaan bangsa Indonesia,” ucapnya.

Maya menyampaikan, dalam penataan ini, main gate akan dipindah.

Main gate akan berada di Museum dan Kampung Seni Borobudur di Kujon, Kabupaten Magelang.

Penataan kedua, kawasan Candi Borobudur akan menjadi kawasan hijau.

“Jadi semua akan menggunakan EV (shuttle bus elektric), dari main gate sampai ke area Candi Borobudur akan menggunakan EV,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT TWC, Febrina Intan menyampaikan, penataan ulang kawasan destinasi Candi Borobudur tidak mudah.

Banyak hal yang perlu diperhatikan, salah satunya dalam menjaga konservasi di kawasan ini.

Ia mengatakan, saat ini Museum dan Kampung Seni Borobudur di Kujon, Kabupaten Magelang sudah mulai difungsikan.

Uji coba Museum dan Kampung Seni Borobudur dilakukan mulai 16 September lalu.

“Hal ini untuk melihat kesiapan, trail and erorr. Rencananya uji coba akan dilakukan sampai akhir tahun, sekalian melihat apakah ada hal yang perlu diperbaiki,” ungkapnya.

Febri menjelaskan, wisatawan akan masuk ke kawasan Candi Borobudur melalui simpul gate Museum dan Kampung Seni Borobudur.

Setelah melakukan proses ticketing, wisatawan akan dijemput menggunakan EV. “EV yang kita siapkan untuk melayani wisatawan ada 15 EV, yang bisa diisi oleh 23 orang,” ujarnya.

Penggunaan EV ini apakah digratiskan atau include tiket, pihaknya masih terus melakukan evaluasi dan kajian.

“Rencana akan berbayar. Jadi wisatawan akan mendapatkan pilihan, apakah naik EV atau berjalan kaki. Untuk jalur pejalan kaki, pihaknya juga sudah menyiapkan jalur pedestrian yang nyaman dengan jarak sekitar 1.000 sampai 1.200 meter sampai Borobudur. Tapi selama masa uji coba

ini EV gratis,” jelasnya. (rfk/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#candi borobudur #taman wisata #kelas dunia #heritage #penataan ulang