RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Sambut bulan Ramadan 1445 Hijriah, warga Magelang dan sekitarnya melakukan tradisi padusan di Sendang Mudal, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Senin (11/3/2024).
Hingga menjelang waktu zuhur, jumlah pengunjungnya mencapai 500 orang.
Penjaga loket Sendang Mudal, Banjar, menyebut jika pengunjung hari itu sudah lebih sedikit ketimbang Minggu (10/3/2024).
Kata dia, pengunjung hari Minggu kemruyuk. Pengujung datang silih berganti. Bukan hanya dari dalam kota, tapi luar kota pun banyak.
“Mereka senang, karena di sini air segar, asli dari mata air,” ungkap Banjar kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Selain mandi untuk bersih-bersih diri, air sendang juga diyakini untuk mengobati beberapa penyakit.
Seperti syaraf terjepit, rematik, dan lainnya.
Di pagi hari, pengunjung yang datang dari kalangan komunitas dan perorangan yang melakukan terapi.
“Biasanya dari jam 07.00 sampai jam 08.00, jadi pas airnya masih hangat-hangat dingin mbak, setelah jam itu biasanya airnya sudah dingin,” tuturnya.
Meski di momen padusan, pengunjung berniat untuk terapi tetap berdatangan.
“Karena sudah pelanggan setiap hari datang ke sini,” imbuhnya.
Sendang Mudal menyediakan satu kolam besar dengan kedalaman 1,5 meter.
Untuk anak-anak kedalaman 50 sentimeter.
Fasilitas di sendang cukup lengkap.
Ada area warung makan, musala, pendopo, dan tempat bilas.
Menurut pemuda setempat, momen padusan kali ini tak seramai tahun lalu.
Kondisi ini dipengaruhi oleh banyaknya kolam renang di sekitar Magelang.
Pantauan Jawa Pos Radar Magelang, tiket pengunjung Sedang Mudal relatif murah yakni Rp 4.000 per orang, parkir sepeda motor Rp 3.000, dan mobil Rp 5.000.
Harga ini tidak mengalami kenaikan disaat momen-momen ramai pengujung.
Tidak jauh dari lokasi Sendang Mudal, warga juga melakukan ritual padusan di Sendang Maren.
Tiket masuknya Rp 2.000 per orang.
Jumlah pengunjung di sendang ini lebih sedikit, mengingat kolam mata air yang cukup kecil dan medan yang cukup curam untuk menuju lokasi.
Dua sendang tersebut dijaga kelestariannya oleh Pemerintah Desa Sawangan.
Ciri khas dari sendang adalah kejernihan airnya.
Saking jernihnya air itu, pengunjung bisa melihat dasar kolam dan ikan-ikan kecil yang hidup secara alami di dalam kolam.
Selain itu, pengunjung Sendang Mudal dapat melihat pemandangan hamparan sawah yang hijau dan menyegarkan mata.
Sementara di Sendang Maren, pengunjung akan merasakan suasana seperti di tengah hutan, karena kolam ini dipayungi pepohonan yang besar dan rindang.
Di sebelah kolam, terdapat sungai dengan arus yang cukup deras.
Pengunjung Sendang Mudal Tohirin mengungkapkan alasan melakukan tradisi padusan justru di Sendang Mudal, bukan kolam pemandian pada umumnya.
Menurutnya, air sendang lebih alami, tanpa ada campuran kaporit.
“Sensasi dan rasanya berbeda. Kalau di sendang, airnya jernih, segar, dan tidak pedih di mata, atau terasa pahit jika tertelan. Nggak bikin gatal-gatal juga,” akunya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto