RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Ratusan warga yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III erupsi Gunung Merapi di Desa Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang mengikuti simulasi evakuasi erupsi di desa setempat, Minggu (6/8). Simulasi itu membawa ingatan warga kembali ke peristiwa erupsi Merapi pada 2010 silam.
Pantauan Jawa Pos Radar Magelang, simulasi diawali dengan membunyikan sirine disertai memukul kentongan. Warga mulai mengevakuasi diri secara mandiri. Ada yang mengendarai sepeda motor. Ada yang melakukan evakuasi mandiri secara berombongan menumpang mobil.
Selain itu, ada juga beberapa warga, terutama lansia yang berkumpul terlebih dahulu di titik kumpul (zona aman) di salah satu rumah warga. Sambil menunggu bantuan para petugas. Selang beberapa menit, tim petugas LPBD Desa Dukun Bima Gana dan tim dari Basarnas serta PMI Magelang tiba di lokasi. Mereka langsung melakukan evakuasi dan membawa para lansia untuk turun ke titik aman di Lapangan Desa Dukun.
Sugiyono, 66, warga Desa Dukun mengaku teringat peristiwa erupsi Merapi 2010 lalu. Dia kaget ketika mendengar suara sirine meraung ditambah suara kentongan. Diakui, warga sudah diberi tahu jika ada simulasi di waktu sebelumnya.
Sugiyono menambahkan, dengan adanya simulasi membantu dan melatih warga untuk selalu siap siaga dalam menghadapi kemungkinan terjadi bencana erupsi Gunung Merapi yang bisa terjadi sewaktu-waktu. “Terutama melatih seperti kita-kita (warga lansia),” katanya.
Ia berharap, ke depannya pelatihan seperti ini bisa lebih ditingkatkan. Karena dinilai sangat penting, terutama dalam memberikan pelayanan kepada warga terdampak erupsi.
Kepala Basarnas Semarang Heru Suhartanto mengatakan, kegiatan ini merupakan sebuah langkah antisipasi jika ada hal-hal yang tidak diinginkan. Khususnya, adanya erupsi Gunung Merapi. “Ini untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga setempat. Sehingga harapan kami mereka mampu untuk melakukan pertolongan, penyelamatan, dan melakukan evakuasi secara mandiri,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : Lis Retno Wibowo