Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Korban Hanyut di Sungai Tangsi Belum Ditemukan di Hari Keempat, Warga Gelar Selamatan

Agus AP • Rabu, 30 November 2022 | 02:48 WIB
Photo
Photo

RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Hari keempat proses pencarian Dani Sugiyarto, 42, yang hanyut di Sungai Tangsi masih berlangsung.


Warga Desa Krumpakan bersama seluruh relawan dan tim gabungan menggelar selamatan di TKP.


Pantauan Radarmagelang.id di lokasi, tampak warga dan relawan berbondong-bondong memadati jembatan tempat hanyutnya Dani.


Selain penyusuran dan pemantauan, warga juga ikhtiar menggelar selamatan.


Di bawah jembatan tampak nampan berisi nasi tumpeng. Lengkap dengan kluban, ikan asin, dan ingkung.

Selain itu juga terdapat nasi kepal berbentuk bola dan sayur dalam kemasan. Ditambah beberapa bungkus garam.

Para relawan yang terdiri dari aparat TNI, Polisi, dan relawan gabungan turut mendoakan. Sementara warga lainnya berada di atas jembatan.

Prosesi selamatan itu dipimpin oleh salah satu tokoh masyarakat atau Gus dari Salamkanci, Bandongan. Meski dibawah guyuran gerimis prosesi selamatan tetap berlangsung.

Kades Krumpakan Suyanto menegaskan pencarian korban tetap dilakukan ikhtiar berbagai macam cara. Selain usaha secara lahir juga dilakukan secara batin.

“Kita laksanakan secara bersama-sama. Setelah itu dilanjutkan penyisiran dan pemantauan,” katanya di Balai Desa Krumpakan, Kecamatan Kajoran pada Selasa (29/11).

Dirinya berharap korban segera ditemukan. Tidak perlu berkepanjangan dan berlarut-larut mengingat kondisi psikologis keluarga mengkhawatirkan.

Saat ini, istrinya sangat terpukul mendengar nasib Dani yang hanyut disaat mencari nafkah. Merupakan tulang punggung satu-satunya meskipun hingga saat ini belum dikaruniai anak.

“Informasi dari lurah Ngawen termasuk keluarga yang nerada di bawah garis kemiskinan. Ceritanya beliau habis diberi program bedah rumah,” imbuhnya.

Dijelaskan, Dani bersama lima orang lainnya terlibat dalam proyek Dinas PUPR Kabupaten Magelang. Rencana awal yakni membuat sepatu (penyangga) jembatan. Sebab konstruksi sebelumnya sudah rapuh karena terkikis aliran sungai (abrasi).

Hari pertama sempat dilakukan pengecoran. Namun sia-sia lantaran hujan lebat yang menyebabkan debit aliran sungai tinggi.

“Hari berikutnya ada persiapan lagi, tapi nahas setelah pelaksanaan musibah itu terjadi,” terangnya.

Sementara itu Kapolsek Kajoran Kasmanto menjelaskan dari pihak keluarga juga terlibat dalam pencarian. Termasuk meminta tim (Kampung Tanggap Bencana) KTB Patehan.

“Yang bersangkutan itu kan KTP nya di Patehan, Kraton, Jogjakarta. Domisili di Clapar, Ngawen, Muntilan,” jelas Kasmanto.

Terkait kondisi sungai, kata dia, banyak medan berliku. Tidak semua lebarnya sama. Para relawan juga menyasar titik-titik rawan sungai.


“Kita juga menghimbau kepada grub-grun mancing minta kerjasama kalau melihat korban,” pungkasnya. (mia/bas)

Editor : Agus AP
#Korban Hanyut di Sungai Tangsi #Desa Krumpakan #Gelar Selamatan #Dani Sugiyarto