Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Pukis Legendaris Magelang Sebelah Kantor Pos: Lezatnya Kuliner Nostalgia yang Bertahan Sejak 1979

Magang Radar Magelang • Senin, 25 Agustus 2025 | 22:52 WIB
Retno Kustina sedang menyusun kue pukis yang baru matang ke dalam etalase
Retno Kustina sedang menyusun kue pukis yang baru matang ke dalam etalase

RADARMAGELANG.ID, Magelang - Di tengah gemerlapnya perkembangan kuliner modern, sebuah kue tradisional sederhana namun penuh cerita masih tetap bertahan di jantung kota Magelang. 

Pukis legendaris yang telah menjadi pilihan banyak orang sejak tahun 1979 ini menyimpan kisah menarik dari pasangan suami istri yang menjalankan usaha secara konsisten selama puluhan tahun.

Pukis ini dibuat oleh Suryanto, 64, dan Retno Kustina, 56, yang telah berjualan sejak Yanto masih berusia 18 tahun—artinya hampir lima dekade usaha kuliner ini berjalan. 

Baca Juga: Mencicipi Kue Kukis Bu Yani : Salah Satu Jajanan Legendaris yang Wajib Dicoba di Magelang

Sepasang suami istri ini menetap di Jaranan dan menjalankan bisnis ini bukan hanya untuk mencari keuntungan, melainkan juga sebagai kegiatan yang menyenangkan sekaligus membantu membiayai kehidupan keluarga mereka. 

Pasangan yang menikah pada tahun 1983 ini telah dikaruniai tiga anak, yang semuanya sudah berkeluarga.

Salah satu anaknya bahkan meneruskan usaha pukis dengan resep yang sama di Klaten, membawa cita rasa keluarga ke daerah lain.

Awalnya, usaha kecil ini berlokasi di depan Klenteng. Kini, mereka telah menetap secara permanen di Jl. Sigaluh, tepat di samping Kantor Pos Kota Magelang. Karena lokasinya itu, pukis ini sering dikenal masyarakat sebagai “pukis sebelah kantor pos.”

Tampak depan gerobak usaha kue pukis di Jl. Sigaluh
Tampak depan gerobak usaha kue pukis di Jl. Sigaluh

Setiap hari, mereka membuat adonan pukis sebanyak dua ember besar, sekitar 14-15 kilogram, namun mereka tidak pernah menghitung pasti jumlah pukis yang dihasilkan.

Tak hanya disukai warga Magelang, pukis legendaris ini juga menarik pelanggan dari luar kota, termasuk Jogjakarta.

Pelanggan dari dalam kota pun berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pegawai kantor pos, kepolisian (polres), pegawai Bank Jateng, hingga berbagai perkantoran sekitar. 

Retno dengan bangga menjelaskan mengenai varian rasa yang tak pernah berubah sejak dulu.

Baca Juga: Tuin Van Java, Surga Kuliner Malam di Jantung Kota Magelang

“Dari dulu memang variannya cuma ada empat; coklat, meises, nanas, dan pisang,” katanya.

Uniknya, selai nanas untuk isian pukis dibuat sendiri oleh Retno setiap dua hari sekali demi menjaga kualitas dan kesegaran rasa.

Meski tergolong sebagai kuliner legendaris, harga yang ditawarkan masih tergolong ramah di kantong masyarakat. Mulai dari 35 perak di awal berdiri, hingga kini dibanderol Rp3.000 per satuan.

“Saya awal jualan di harga 35 perak, pernah 40 perak, karena harga bahan baku semakin mahal, sampai sekarang harganya jadi Rp3.000 per satuan,” ujar Retno Kustina pada Jawa Pos Radar Magelang. 

Salah seorang pelanggan, Sekar, mengaku langsung jatuh hati dengan pukis ini saat pertama kali mencicipinya.

“Pukisnya enak, teksturnya empuk, nggak bikin seret. Baru pertama kali coba langsung cocok sama rasanya. Aromanya juga sudah kecium wangi sejak pertama datang,” ucapnya.

Kuliner ini buka setiap hari mulai pukul 11:00 WIB hingga 20:00 WIB, seluruh proses produksi dari membuat adonan hingga memanggang dan menjual dilakukan langsung oleh Retno dan Suryanto dengan penuh dedikasi.

Bagi kamu yang sedang berada di Magelang atau berencana berkunjung, pukis legendaris di Jalan Kalingga dapat menjadi opsi kuliner yang patut untuk dicoba. (mg7/mg9/lis).

Editor : Lis Retno Wibowo
#UMKM #pukis sebelah kantor pos #kue pukis #rekomendasi kuliner magelang #Kuliner legendaris Magelang #UMKM Indonesia