RADARMAGELANG.ID, Magelang — Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SMA, SMK, SLB, baik negeri maupun swasta kemitraan di Jawa Tengah dibuka 3-30 Juni 2026.
Demi memudahkan calon murid baru (CMB), sekolah-sekolah di Kota Magelang juga memberikan bantuan untuk pembuatan akun dan memfasilitasi verifikasi berkas. Seperti di SMA Negeri 3 Magelang.
Pada Kamis (4/6/2026) pagi, tampak para calon murid baru bersama orang tuanya sangat antusias untuk melakukan pendaftaran.
Para petugas SPMB dengan ramah membantu pelayanan para siswa dan orang tuanya untuk pengajuan akun maupun verifikasi data.
Baca Juga: No Titip No Jastip! Gubernur Luthfi Buka SPMB SMA/SMK Negeri Jateng 2026
Tahapan SPMB 2026 diawali dengan pembuatan akun dan verifikasi berkas pada 3-12 Juni 2026.
Disusul aktivasi akun pada 4-13 Juni, sinkronisasi data CMB dalam sistem aplikasi pada 14 Juni, serta pendaftaran dan perubahan pilihan sekolah dilayani 15-18 Juni.
Selanjutnya, tahapan pengumuman hasil seleksi pada 21 Juni, daftar ulang pada 22-25 Juni, hingga pengumuman hasil peserta cadangan pada 26 Juni.
Penutupan SPMB ditandai dengan daftar ulang calon murid baru (CMB) cadangan pada 29-30 Juni 2026.
Meski pendaftaran dilakukan secara daring, sekolah-sekolah di Kota Magelang tetap memberikan pelayanan pendampingan bagi CMB.
Ketua Panitia SPMB SMAN 3 Magelang Ikhsan Fajar Kurniawan menyampaikan, sejak Rabu (3/6/2026) sudah banyak calon siswa serta orang tua datang ke sekolah untuk pengajuan akun.
Pembuatan akun bisa dilakukan secara mandiri dari rumah. Ini lebih praktis dan efisien bagi calon siswa maupun orang tua.
“Namun, sekolah tetap membuka layanan bagi peserta yang mengalami kendala maupun kebingungan dalam pengajuan akun. Kami (sekolah) memfasilitasi calon siswa untuk pengajuan akun.
Jadi yang datang ke sekolah ini tidak harus siswa yang akan mendaftar ke SMA 3. Tapi semua calon siswa yang akan mendaftar di sekolah manapun bisa," ujarnya.
Ia mengaku, dalam dua hari ini, tidak ada kendala yang secara spesifik. Terutama terkait dengan sistem.
Kendala justru dari calon murid karena berkasnya belum lengkap atau karena datanya berbeda.
“Secara umum alhamdulillah berjalan lancar,” ucapnya.
Sistem online ini menurutnya langkah yang konkret untuk transparan dalam proses SPMB.
Sesuai dengan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan slogan “No Titip, No Jastip. (rfk/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo