RADARMAGELANG.ID, Magelang – DPRD Kota Magelang menilai kinerja Pemkot Magelang di tahun 2025 on the track dan melampaui target. Meski sebagian besar tercapai, setidaknya masih terdapat dua indikator tujuan dan 11 indikator sasaran yang gagal mencapai target.
Dalam LKPJ Wali Kota Magelang Tahun Anggaran 2025 disebutkan, Kota Magelang menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang menggembirakan, yakni 5,92 persen. Capaian ini disebut-sebut melampaui target dan lebih tinggi dari pertumbuhan Provinsi Jawa Tengah. Di lain sisi, potret tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun 2025 berada di kisaran 4,31 persen atau hanya turun 0,9 poin dari TPT tahun 2024, yakni 4,40 persen.
Pun demikian dengan angka kemiskinan. Pada 2024, kemiskinan di Kota Magelang 5,94 persen, dan dilaporkan turun menjadi 5,68 persen pada 2025. “Penurunan ini sangat tipis, tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi. Kita jadi bertanya? Peningkatan ekonomi itu sebenarnya dinikmati oleh kalangan siapa?,” sentil Wakil Ketua Pansus LKPJ Wali Kota Magelang Adi Chandra Pamungkas, usai rapat paripurna, Kamis (30/4).
Kondisi yang timpang tersebut mengunggah Pansus 2 turun ke lapangan untuk mendapatkan potret kondisi ekonomi yang sebenarnya. “Kami temukan data yang disajikan kebanyakan tidak sesuai riil yang di lapangan. Padahal kita tidak ingin, data yang disajikan kepala dinas, BUMD itu hanya untuk membuat kepala daerah senang. Tapi kami ingin outcome yang terasa di masyarakat,” terangnya.
Tidak dipungkiri, pada 2025 merupakan tahun berat karena masa transisi antara wali kota terdahulu dengan periode yang sekarang. Dengan demikian, program-program yang dilaksanakan pada 2025 tidak sepenuhnya berasal dari program wali kota yang sekarang menjabat.
“Kita nggak menuduh OPD dan BUMD hanya menyajikan data asal bapak senang (ABS), tapi secara kinerja memang tercapai dan terlampaui targetnya, tapi kita inginkan tetap outcome yang terasa di masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap, ide-ide segar wali kota yang sekarang bisa dibuktikan dalam berbagai program kerja yang berdampak pada perubahan kondisi Kota Magelang secara makro.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebutkan pemkot sudah berupaya untuk menurunkan angka TPT dan kemiskinan, meskipun angkanya tidak turun signifikan. Meski sudah melaksanakan beberapa upaya, di antaranya seperti pelatihan kewirausahaan hingga pelaksanaan bursa kerja (job fair), masih ada faktor lain yang turut mempengaruhinya.
“Ada kompleksitas di situ. Pemerintah sudah menyediakan job fair, vokasi, tapi keminatan masyarakat agak kurang,” terangnya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto