Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

TPSA Overload, Pemkot Magelang Belajar Bikin RDF

Puput Puspitasari • Kamis, 30 April 2026 | 21:30 WIB
Ketua DPRD Kota Magelang Evin Septa Haryanto Kamil (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Ketua DPRD Kota Magelang Evin Septa Haryanto Kamil (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Magelang Ketua DPRD Kota Magelang Evin Septa Haryanto Kamil membawa oleh-oleh setelah lima hari mengikuti retreat di Akmil. Acara tersebut untuk akselerasi kegiatan daerah dengan program-program nasional. Salah satu isu strategis yang diangkat dalam retreat itu adalah soal penanganan sampah.

“Presiden tegas untuk kita semua membantu membereskan soal sampah,” tegas Evin, Kamis (30/4/2026).

Menurut Evin, persoalan sampah tidak bisa diatasi pemerintah sendirian.  Masyarakat juga harus memberikan dukungan, karena sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Banyuurip setiap harinya diproduksi oleh seluruh penduduk.

“Setiap hari, kita (manusia, Red) memproduksi sampah. Dan pengelolaan sampah butuh komitmen bersama. Program dan pendekatan apapun untuk penanganan sampah, kalau masyarakat tidak partisipatif, semua itu tidak akan maksimal,” terangnya.

Evin menggambarkan kondisi TPSA Banyuurip yang memprihatinkan. Bagaimana tidak, Evin bersama tim melihat tumpukan sampah yang begitu menggunung. Teknik pengolahan sampah dengan sistem controlled landfill pun tidak bisa maksimal. “TPSA kita sudah overload,” imbuhnya.

Atas kondisi itu, Evin mengajak seluruh pihak untuk tidak tutup mata. Dan memikirkan solusinya. Ia berharap, masyarakat meningkatkan kesadaran untuk memilah sampah dari rumah, kemudian memanfaatkan sampah yang bisa didaur ulang.

Pemkot Magelang juga akan melanjutkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R di Kampung Bojong, Kelurahan Jurangombo Selatan, Kecamatan Magelang Selatan.  TPS-3R Bojong itu akan difungsikan sebagai pusat daur ulang (PDU) sampah.

Evin menambahkan, Kota Magelang akan mencontoh pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas. Di sana, ada Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Desa Kaliori, Banyumas, yang menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir berbasis ekonomi sirkular.

Yang menarik di sana, sampah-sampah itu diolah menjadi bahan bakar alternatif, seperti Refuse Derived Fuel (RDF).“Kita baru belajar RDF seperti yang di Banyumas. Kalau memungkinkan, akan kita coba,” tambahnya.

Evin menyadari, pengelolaan sampah membutuhkan anggaran yang cukup besar. Di tengah efisiensi seperti sekarang, Pemkot Magelang harus tajam melihat kebijakan yang menjadi skala prioritas.

Dalam kesempatan berbeda, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono pernah mengutarakan kepada Wamendagri Bima Arya yang kala itu mengunjungi Kampung Proklim Lestari di Jambon Gesikan.

Damar menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk mengelola sampah. “Saya tegas, kalau sampahnya nggak dipilah, nggak akan saya ambil,” ucapnya yang mendapat acungan jempol dari Bima Arya.

Pernyataan Damar itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilahan sampah yang dimulai dari skala rumah tangga. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#RDF #sampah #TPSA Banyuurip #Ketua DPRD Kota Magelang