RADARMAGELANG.ID, Magelang - Usia tua tak selalu menunjukkan sebuah kemunduran. Kota Magelang justru semakin maju dan bergema.
Bergaung dengan prestasinya, bergaung dengan peradabannya, dan bergaung dengan keistimewaan yang ada di dalamnya.
Hari Jadi ke-1120 menjadi penegas kematangan diri sebagai kota tua. Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dan Wakil Wali Kota Magelang dr Sri Harso berkomitmen meneruskan perjuangan para pendahulu mereka, membawa Kota Magelang menjadi kota satelit yang ikonik, berdaya saing tinggi, berkelanjutan.
Demi terwujudnya cita-cita itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono membagi program pemerintah ke dalam empat klaster besar.
Klaster itu meliputi Magelang Kita Peduli, Ngrawat Magelang, Magelang Tumoto, Magelang Bergaung. Keempatnya saling berkaitan, juga sebenang merah.
“Setelah masyarakat peduli dengan kotanya, pasti muncul rasa ingin merawat. Setelah kota ini dirawat, akan tumoto (terlihat hasilnya). Kalau sudah tumoto, kita gaungkan, kita kenalkan kepada publik, bahwa Kota Magelang adalah kota maju, nyaman, menarik dikunjungi,” tutur Damar.
Arah pembangunan Kota Magelang hingga tahun 2030 pun dirancang secara matang. Pada tahun 2026 ini, tema pembangunan adalah “Membangun dengan Kepedulian”.
Tema yang masuk dalam klaster program Magelang Peduli ini sarat makna. Pemkot Magelang ingin mewujudkan Kota Magelang yang harmonis, humanis, dan nyaman. Seluruh masyarakat merasakan hak yang setara.
“Kita berkomitmen untuk memperkuat layanan dasar yang setara, bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, dan kita hadir untuk memberikan perlindungan kepada kelompok rentan,” ujarnya.
Pelayanan yang setara diyakini dapat menciptakan kehidupan yang harmonis. Dengan demikian, rasa toleransi antarwarga menjadi lebih kuat.
“Pemerintah dan masyarakat harus harmonis, pun demikian antarwarga. Jika kita harmonis dan saling mendukung, kota ini akan semakin maju,” tandasnya.
Program pemkot mengarah pada penguatan sumber daya manusia dan daya saing ekonomi yang inklusif. Berbagai kegiatan yang didanai pemerintah dan didukung oleh pengusaha harus memberikan efek ganda dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat.
Inovasi dalam rangka peningkatan pelayanan publik juga bermuara pada keberlanjutan dan kesejahteraan. Beberapa inovasi dan program yang sudah berjalan adalah pengaktifan Puskesmas Pagi-Sore; RS Tanpa Dinding; KTP-ku; dan lainnya.
Senapas dengan program pembangunan Kota Magelang, tema Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang juga penuh makna.
“Satu Langkah, Satu Harmoni, Menuju Kota Magelang Peduli dan Asri” tak sekadar tema, namun sebuah harapan sekaligus penyemangat.
“Maknanya dalam sekali. Dalam membangun kota, kita harus menyatukan langkah dan persepsi. Pemerintah dan masyarakat harus sejalan. Seperti halnya musik, supaya ‘enak’ didengar harus ada harmoni,” terangnya.
Harmoni itulah mengantar Kota Magelang menjadi “rumah” bagi siapa saja yang tinggal dan berkunjung. Setidaknya, Damar mengaktifkan gerakan Nyapu Bareng agar kebersihan lingkungan terjaga, terlihat asri dan kesegaran udara Kota Magelang masih bisa dinikmati oleh generasi.
“Kota Magelang akan gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo,” tandasnya.
Pemkot Magelang juga berkomitmen memberikan iklim positif kepada para pengusaha. Hal ini dipandang penting, mengingat kehadiran investor dan tumbuhnya usaha-usaha masyarakat dapat membuka keran lapangan pekerjaan.
Pemkot juga memperkuat citra Kota Magelang tak hanya sebagai kota perdagangan dan jasa, tapi juga kota event yang mengimplementasi dari program Magelang Bergaung.
Baca Juga: Menyemarakkan HUT Ke-1120 Kota Magelang, Besok Minggu Grebeg Gethuk Digelar di Alun-Alun
“Kita ini kota jasa dan perdagangan. Nggak punya sumber daya alam (SDA). Agar kota kita ramai dan dikunjungi banyak orang, kita harus membuat event,” tuturnya.
Perhelatan acara budaya, musik, multi produk, hingga olah raga sukses membuat nama Kota Magelang semakin dikenal luas.
Karena itu, berbagai rangkaian kegiatan Hari Jadi dihadirkan untuk menjadi daya magnet kunjungan wisatawan. Antara lain Grebeg Getuk (12 April), Magelang Reli Mobil Kuno PPMKI Jateng Tour (2-3 Mei), Kejurnas Tenis Junior Wali Kota Magelang Cup (15-17 Mei), Magelang Sparkle dan Mantyasih Show (23 Mei), Tidar Borobudur 10K (24 Mei), Magelang Tempoe Doloe (5-7 Juni).
Pemkot Magelang juga menghadirkan lomba fotografi untuk umum dengan spot foto di semua aktivitas kota selama rangkaian Hari Jadi Kota Magelang berlangsung. (ds/prokompimkotamgl)
Editor : Lis Retno Wibowo