Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Pengunjung Makin Asyik Baca Buku di Perpustakaan Kota Magelang

Puput Puspitasari • Jumat, 10 April 2026 | 04:52 WIB
Perpustakaan Umum Kota Magelang setiap hari dikunjungi ratusan orang karena tempatnya yang bersih, luas, dan nyaman. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Perpustakaan Umum Kota Magelang setiap hari dikunjungi ratusan orang karena tempatnya yang bersih, luas, dan nyaman. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Magelang Perpustakaan Umum Kota Magelang memperpanjang hari dan waktu operasional kunjungan. Layanan perpustakaan bisa diakses dari Senin-Sabtu, pukul 07.30 – 16.00, serta tanpa jeda istirahat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang Sarwo Imam Santoso menjelaskan, perubahan jam operasional layanan ini diharapkan dapat menambah kenyamanan pengunjung.

Di samping itu dapat meningkatkan indeks nilai pembangunan literasi masyarakat (IPLM) dan tingkat kegemaran membaca (TKM). 

Dengan penyesuaian waktu layanan ini, pengujung memiliki kesempatan lebih longgar untuk membaca buku maupun meminjamnya, terutama bagi pelajar yang pulang sekolah lebih sore.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik, dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat, termasuk saat hari libur, masyarakat dapat memanfaatkan waktu luang untuk berkunjung ke perpustakaan,” kata Imam, Kamis (9/4/2026). 

Pihaknya juga tidak membatasi jam kunjungan.

Pengunjung bisa sepuasnya berada di perpustakaan, baik untuk membaca buku secara langsung maupun sambil mengerjakan tugas dengan fasilitas komputer dan jaringan Wi-Fi yang ngebut.

“Semoga jadi makin asyik baca bukunya. Fasilitas perpustakaan juga kami tingkatkan, agar masyarakat betah di perpustakaan. Namun, rata-rata waktu lama kunjungan mereka sekitar 3-5 jam,” ungkapnya.  

Dari trafik pengunjung, setidaknya Perpustakaan Umum Kota Magelang dikunjungi hingga 300 orang per hari.

Pihaknya berharap tingkat kunjungan ini terus tumbuh, agar generasi muda lebih senang menggunakan waktunya untuk menambah wawasan daripada bermain gawai dan media sosial (medsos). 

Menurut Imam, paparan konten medsos dan penggunaan teknologi informasi yang tidak bijaksana dapat merusak karakter anak-anak. Mereka menjadi malas belajar, dan enggan membaca buku.

 “Kami selalu berinovasi agar perpustakaan menjadi tempat yang mereka rindukan. Kami mengadakan berbagai kegiatan seperti wisata literasi, senam sehat, kemudian workshop gratis, seperti membuat aksesoris, desain grafis, menghias toples, dan lainnya,” imbuhnya.

Duta Baca juga dilibatkan dalam memasyarakatkan layanan perpustakaan. Sinergi ini menghasilkan acara kolaboratif, yakni Gemaksara—di mana Duta Baca mengunjungi sekolah-sekolah dan membagikan pengalamannya di dunia literasi.

“Duta Baca diharapkan bisa menularkan semangat untuk mencintai literasi sejak muda, karena dengan berawal gemar membaca buku, jadi tambah ilmu, wawasan, pengalaman, ide, dan berjejaring,” katanya.

Salah satu pengujung, Naura, merasa senang dengan perubahan layanan perpustakaan. Hari libur sekolah bisa digunakan untuk berkunjung bersama keluarga.

“Senang sekali. Daripada liburan mengeluarkan banyak uang, lebih baik liburan sambil menambah wawasan,” ucapnya. (put/aro)  

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Duta Baca #membaca #perpustakaan #disperpusip kota magelang #Kota Magelang