Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

DPRD Kota Magelang Dukung Wujudkan Layanan Pendidikan Berkualitas

Puput Puspitasari • Jumat, 14 November 2025 | 03:52 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Magelang Imam Indra Setyawan (kanan) bersama Kepala Disdikbud Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho saat sosialisasi penilaian kinerja kepala sekolah TK, SD, dan SMP.
Wakil Ketua DPRD Kota Magelang Imam Indra Setyawan (kanan) bersama Kepala Disdikbud Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho saat sosialisasi penilaian kinerja kepala sekolah TK, SD, dan SMP.

 

 

MAGELANG – Wakil Ketua DPRD Kota Magelang Imam Indra Setyawan menyapa ratusan kepala satuan pendidikan se-Kota Magelang.

Imam tidak hanya memberikan motivasi bagi insan tenaga pendidikan agar meningkatkan kompetensi mereka.

Pertemuan ini juga menjadi momen berharga Imam untuk mendenggarkan aspirasi dari para guru, hingga memberikan solusi atas permasalahan yang ada.

Imam mengaskan, DPRD Kota Magelang memberikan dukungan yang besar dan apresiasi tinggi kepada tenaga pendidik yang telah membantu mewujudkan layanan pendidikan berkualitas di Kota Magelang. Pihaknya berkomitmen memperjuangkan nasib para guru, baik dalam hal kesejahteraan juga fasilitas pendidikan yang memadai untuk mendukung optimalisasi kegiatan belajar mengajar.

“Kita berupaya semaksimal mungkin memberikan dukungan, supaya tenaga pendidik bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk peserta didik,” ujarnya dalam acara sosialisasi penilaian kinerja kepala sekolah TK, SD, dan SMP, yang bermuara pada peningkatan kompetensi, di Aula Cendekia Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Rabu (12/11/2025).

Peserta sosialisasi penilaian kinerja kepala sekolah TK, SD, dan SMP yang digelar di Aula Cendekia Disdikbud Kota Magelang, Rabu (12/11/2025).   
Peserta sosialisasi penilaian kinerja kepala sekolah TK, SD, dan SMP yang digelar di Aula Cendekia Disdikbud Kota Magelang, Rabu (12/11/2025).  

Imam menyadari, dunia pendidikan dewasa kini menghadapi tantangan yang tidak mudah. Dirinya pun berpesan agar para guru tidak melupakan dua hal penting dalam dunia pendidikan, yakni pendidikan dasar dan pendidikan karakter. Selain itu, program yang dirancang oleh Disdikbud dan sekolah harus senafas dengan program Pemkot Magelang.

“Jika program pendidikan sinkron, kami legislatif akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu anggaran di dunia pendidikan lebih optimal,” ucapnya.

Sejauh ini, Imam menilai penyelenggaraan pendidikan di Kota Magelang sudah sangat baik. Ia meminta agar prestasi ini dapat terus dipertahankan, ditingkatkan. “Dan tenaga pendidik kita juga sudah sangat mumpuni,” pujinya.

Ia mendorong para tenaga pendidik untuk terus mengasah keterampilan dan meningkatkan kompetensi, agar pendidikan di Kota Magelang mampu bersaing dengan daerah lain. Pendidik harus inovatif dalam menyajikan pembelajaran yang menarik untuk siswa, serta adaptif terhadap kemajuan teknologi agar tidak ketinggalan zaman.

“Digitalisasi sangat berpengaruh untuk mendukung pembelajaran, agar tidak monoton dalam mengajar,” imbuhnya.

Senada dengan Imam, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho menegaskan, tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya terkait jumlah guru, tetapi juga kesiapan menghadapi generasi muda di era digital.

Menurutnya, guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memahami karakter generasi Z dan milenial, agar dapat memberikan layanan pembelajaran yang relevan.

Selain itu, tenaga pendidik di Kota Magelang harus memiliki empat kompetensi guru profesional. Yakni, kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. “Ini sangat relevan dengan visi misi Kota Magelang yang ingin mengembangkan pendidikan karakter di Kota Magelang,” ujar Nurwiyono.

Ia menambahkan, bahwa hasil penilaian kinerja kepala sekolah akan menjadi dasar pelatihan berkelanjutan. Kepala sekolah yang hasil penilaiannya berada di bawah standar akan mendapatkan pelatihan dan pelatihan khusus untuk meningkatkan kompetensi. Jika penilaian kinerja tetap di bawah kategori “baik”, maka kepala sekolah tersebut akan kembali menjadi guru.

“Kalau ada catatan-catatan yang harus diperbaiki, tentu akan ada pelatihan dan pelatihan khusus agar mereka bisa menjadi kepala sekolah yang benar-benar kompeten,” jelasnya.

Peserta sosialisasi saat mengajukan pertanyaan.
Peserta sosialisasi saat mengajukan pertanyaan.

Pelatihan itu mencakup penguatan kompetensi profesional, sosial, manajerial, supervisi, dan kewirausahaan sekolah. Evaluasi juga akan dijadikan dasar penyusunan program pelatihan berikutnya, terutama dalam hal manajerial dan pemanfaatan dana BOS agar tepat sasaran dan sesuai regulasi.

“Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar penyusunan program prioritas pada tahun mendatang. Sementara DPRD akan mengawal dari sisi anggaran dan regulasi. Kami berharap sinergi antara dinas, DPRD, dan sekolah dapat memperbaiki mutu pendidikan Kota Magelang agar mampu mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Dewan Mendenggar Aspirasi Guru

Sosialisasi penilaian kinerja kepala sekolah tahun 2025 ini menjadi langkah strategis DPRD dan Disdikbud dalam mengatasi berbagai persoalan mendasar di dunia pendidikan. Mulai dari kekurangan tenaga pendidik, peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah, hingga penyediaan jaringan internet dan CCTV.

Wakil Ketua DPRD Kota Magelang Imam Indra Setyawan menampung aspirasi para guru yang menginginkan guru lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) asal Kota Magelang ditempatkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar. Imam memberikan jawaban, pemenuhan tenaga pendidik tidak bisa dilakukan secara cepat karena terbentur regulasi yang ada.

Sementara dalam peningkatan prestasi pendidikan, pihaknya akan mendorong Pemkot Magelang untuk meningkatkan alokasi anggaran pendidikan untuk program pendampingan dan pelatihan siswa yang akan mengikuti lomba.

Imam menegaskan, meski terjadi pengurangan dana transfer ke daerah (TKD) sekitar Rp 126 Miliar, sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Karena itu, pengadaan fasilitas seperti CCTV dan jaringan internet akan direalisasikan secara bertahap sesuai prioritas kebutuhan sekolah dan rencana kerja yang sudah masuk dalam RKPD perubahan tahun berjalan.

Di sisi lain, Imam juga menanggapi aspirasi atas persoalan aset tanah sekolah yang dimanfaatkan masyarakat sekitar. Juga keinginan fasilitasi sertifikasi agar aset tanah sekolah tidak hilang.

Mendenggar itu, Imam akan segera berkoordinasi dengan Disdikbud dan instansi terkait lainnya untuk memastikan kejelasan status dari aset-aset yang dimiliki tiap sekolah. Tujuannya agar bisa dimanfaatkan secara optimal dan tidak disalahgunakan.

Guru Bahagia Bertemu Anggota Dewan

Sementara itu, perasaan bahagia menyelimuti Kepala SD Magersari 1 Kota Magelang Sunarni. Kehadiran wakil rakyat secara langsung dalam kegiatan pendidikan memberikan semangat baru bagi para kepala sekolah.

“Kita semakin semangat, karena anggota dewan dan Disdikbud terlihat makin dekat dengan kepala sekolah, dengan anak, dan dengan guru. Kita merasa tidak berjuang sendiri. Saya yakin, pendidikan di Kota Magelang akan semakin cemerlang karena ketika kita menghadapi masalah, dewan memberikan solusi,” tuturnya.

Dirinya pun menyampaikan aspirasi, agar sekolahnya bisa tersentuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah dinantikan oleh siswa dan orang tua. Mengingat, sebagian besar siswa berasal dari keluarga prasejahtera. (mg6/mg3/put/adv)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#legislasi #Disdikbud Kota Magelang #DPRD Kota Magelang