RADARMAGELANG.ID, Magelang – Pemkot Magelang memberikan pendampingan dan penilaian bagi Kelurahan Cacaban untuk menjadi kampung wisata.
Warga setempat pun telah menyiapkan branding untuk memasarkan kelurahannya sebagai Kampung Wisata Cantik (Cacaban Antik dan Unik).
Pada tahap pendampingan dan penilaian, Pemkot Magelang melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) melibatkan akademisi dan praktisi pariwisata. Yakni Riyadi Kurniawan (Disporapar Provinsi Jawa Tengah), Heri Nurhadi (akademisi), dan Zubaedi (Ketua Kampung Wisata Kandri Kota Semarang).
Kepala Disporapar Kota Magelang Imam Baihaqi menjelaskan, pendampingan ini diberikan agar Kampung Wisata Cantik bisa meningkatkan pengelolaan, kualitas produk layanan, serta menjamin keberlanjutan kampung wisata.
“Tahapan pendampingan itu meliputi identifikasi potensi, sosialisasi, pendampingan pengelolaan, penguatan kelembagaan, hingga evaluasi, dan penilaian ulang,” jelasnya, di Aula Kelurahan RW IV, Kamis (30/10/2025).
Sebelum penilaian dua hari ini, Kelurahan Cacaban telah mengikuti kegiatan sosialisasi pemberdayaan masyarakat di sektor pariwisata pada 2021 lalu. Lalu disusul dengan sosialisasi sadar wisata dan sapta pesona di tahun 2023. Setelah itu, Dispora juga memberikan pendampingan di RW IV sampai terbentuk Pokdarwis Bersemi—yang kemudian mendapat juara harapan 2 pada kegiatan Jambore Pokdarwis Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2024.
“Setelah itu, terjalin beberapa potensi wisata lainnya yang kemudian kami beri stimulasi paket wisata yang mencakup seluruh potensi yang ada di kelurahan ini,” terangnya.
Hingga akhirnya, Kelurahan Cacaban mengajukan permohonan penilaian sebagai kampung wisata. “Jadi penilaian kampung wisata juga bertujuan untuk mengembangkan Kampung Wisata Cantik menjadi kampung wisata yang berdaya saing, serta memberikan dampak ekonomi, dan sosial bagi masyarakat,” ujarnya.
Plh Sekda Kota Magelang Larsita mengapresiasi semangat warga dalam mengembangkan kampung wisata. “Kota Magelang kecil tapi menarik, karena ada banyak inspirasi, kreativitas, dan inovasi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Meski sebagai kota kecil, Larsita menyakinkan jika Kota Magelang layak untuk dikunjungi. Ia mengungkapkan, jika Kota Magelang memiliki keragaman budaya yang berbeda.
“Datanglah ke Kota Magelang untuk melihat budaya kita. Dari situlah muncul kecintaan dan kepemilikan atas kampung kita sendiri,” ujarnya mengajak.
Dirinya juga sudah menerima catatan dan rekomendasi dari tim penilai. Diantaranya menambah paket wisata, menguatkan promosi dan kerja sama dengan para pelaku pariwisata.
“Kami berharap hasil penilaian ini menjadi langkah awal yang mendorong inovasi, kemandirian, dan dampak ekonomi sosial yang berkelanjutan bagi warga Cacaban,” ungkapnya.
Sementara itu, tim penilai menerangkan bahwa kriteria dan indikator yang ditetapkan cukup ketat. Asesmen ini menggunakan 12 kriteria dan 24 indikator. Pihaknya berkomitmen memberikan penilaian yang objektif dan komprehensif.
Tim juga menjelaskan bahwa kekuatan utama pada Kampung Wisata Cantik terletak pada aspek sosial dan budaya. Tidak kalah penting dari program edukasi terkait pengelolaan sampah.
Pihaknya juga memberikan catatan kepada pengelola Kampung Wisata Cantik agar melakukan diversifikasi paket wisata, agar menarik segmen pasar yang lebih luas. Contohnya tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah saja. Kendati begitu, tim penilai melihat Kampung Wisata Cantik berpeluang untuk ditetapkan sebagai kategori rintisan kampung wisata. (mg3/put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto