RADARMAGELANG.ID, Magelang - Memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Nasional, SD Negeri Potrobangsan 3 Magelang menggelar workshop dengan tema “Gemar Menulis” bagi guru dan tenaga kependidikan (tendik), Kamis (16/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 15.00 WIB ini merupakan bagian dari program Komunitas Belajar (Kombel) rutin yang biasanya digelar setiap hari Jumat di sekolah tersebut.
Workshop kali ini menghadirkan Ketua Komunitas Penggiat Literasi (Pelita) Magelang Shinta Dewi Ratna Puspitasari sebagai narasumber.
Ia membagikan materi bertajuk “Guru Menulis” dengan fokus pada pembuatan outline cerpen sebagai langkah awal dalam menulis karya sastra.
Kepala SDN Potrobangsan 3 Widiastuti, S.Pd. menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan kompetensi guru dan tendik yang terus digalakkan sekolah.
Pelibatan guru dan karyawan dalam kegiatan Bulan Bahasa bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia serta meningkatkan kemampuan literasi dan berbahasa.
“Seorang guru dan tendik juga perlu peningkatan dan pengembangan kompetensi. Kegiatan ini merupakan langkah kami untuk meningkatkan kompetensi guru dalam berbahasa dan berliterasi, menjadi teladan dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta mendorong guru untuk terus mengembangkan budaya literasi di sekolah” ujarnya.
Widiastuti menambahkan, kegiatan komunitas belajar di SDN Potrobangsan 3 kini dikenal dengan istilah “Satu Hari Belajar” karena adanya kurikulum baru.
Meski biasanya diadakan rutin di hari Jumat, workshop kali ini digelar Kamis karena padatnya agenda sekolah di bulan Oktober.
Tahun ini merupakan tahun kedua SDN Potrobangsan 3 menyelenggarakan rangkaian Bulan Bahasa.
Berbeda dari tahun sebelumnya yang dilaksanakan secara spontan, kegiatan kali ini dikemas lebih terencana dengan berbagai lomba menarik.
Untuk siswa kelas 1 hingga 3 diadakan lomba bercerita, kelas 4 hingga 6 mengikuti lomba cerdas bahasa, sementara kelas 5 dan 6 juga berpartisipasi dalam lomba jurnal baca.
Tak hanya siswa, para guru dan karyawan pun turut berpartisipasi melalui lomba cipta cerita.
Seluruh rangkaian kegiatan ini akan mencapai puncaknya pada 28 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Dalam workshop, Shinta Dewi Ratna Puspitasari memberikan pembekalan mengenai pembuatan outline cerpen sebagai dasar sebelum menulis karya secara utuh.
Peserta diajak memahami unsur-unsur penting dalam sebuah cerpen seperti konflik, tokoh, dan setting, sekaligus bagaimana mengemas cerita agar tetap fokus pada tema.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi, refleksi, dan penutupan.
Para guru terlihat antusias mengikuti jalannya workshop hingga akhir.
Shinta Dewi menjelaskan, keterampilan menulis sangat penting bagi guru, karena menulis merupakan bagian dari produktivitas dan refleksi diri.
“Menulis ini masuk ke dalam produktivitas, saat merasa jenuh setelah mengajar, dengan menulis dapat menjadi sarana untuk meluapkan emosi. Dari sinilah kita dapat menyampaikan uneg-uneg kita, kita bebas mengeluarkan pendapat kita, jadi keterampilan menulis ini sangatlah penting, supaya dalam penyampaian pesan tidak vulgar, tidak membuat orang lain sakit hati, tapi pesan dan maknanya dapat tersampaikan” tuturnya.
Shinta Dewi juga memberikan tips bagi guru agar tetap bisa menulis di sela kesibukan mengajar.
“Kuncinya adalah konsisten. Luangkan waktu sepuluh menit setiap hari untuk menulis. Tidak harus lama, tapi rutin. Harapan saya, semoga menulis bisa menjadi kebiasaan bahkan candu yang positif bagi para guru,” pesannya.
Dengan adanya workshop ini, SDN Potrobangsan 3 berharap semangat literasi semakin tumbuh di kalangan guru dan tenaga kependidikan.
Tidak hanya menjadi ajang memperingati Bulan Bahasa, tetapi juga langkah nyata membangun budaya menulis di lingkungan sekolah. (diar putri ananda/najwa salsabila saharani/aro)
Editor : H. Arif Riyanto