RADARMAGELANG.ID, Magelang—Persaudaraan Pencak Silat (PPS) Kembang Setaman yang didirikan oleh Hesti Wibowo, di sebuah kampung kecil bernama Kiringan, Kelurahan Tidar, Kota Magelang, telah menapaki usia emas.
Di tahun ke-50 sejak berdiri 1975 silam, jumlah anggotanya menjamur bahkan sampai Singapura.
Ketua Ranting Singapura PPS Kembang Setaman Muhammad Azar menuturkan, PPS Kembang Setaman berdiri di Singapura pada 2019 lalu.
Sudah ratusan alumni lulus dari padepokan Kembang Setaman. Di sana, kata Azar, ada tiga padepokan yang rata-rata diikuti 30 peserta.
“Kalau total ada 50-an yang kami didik di Singapura setiap tahunnya,” kata Muhammad Azar ketika menghadiri acara tasyakuran dan ulang tahun emas Persaudaraan Pencak Silat Kembang Setaman bertajuk Menjaga Warisan, Merajut Persaudaraan, Mewujudkan Prestasi, di Padepokan PPS Kembang Setaman, Minggu (4/5/2025).
Dalam momen bahagia ini, Azar datang bersama dua putranya.
Kehadirannya disambut hangat oleh anggota padepokan dari daerah lainnya.
Ia juga terharu melihat perkembangan pencak silat di Singapura dan di Indonesia menunjukkan kemajuan positif.
“Di Singapura, walaupun waktunya terbatas, tapi peminat anak-anak di dunia silat cukup tinggi. Mereka berlatih setelah pulang sekolah di malam hari,” ujarnya.
Saat ini banyak orangtua yang mempercayakan putra-putri mereka untuk menjadi atlet pencak silat.
Ia merasa bangga, seni bela diri tradisional asal Indonesia diterima sampai negara tetangga.
Ketua Umum Persaudaraan Silat Kembang Setaman Prof Dr Wening Udasmoro menjelaskan, di ulang tahun emas ke-50, Kembang Setaman menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi persaudaraan yang semakin matang, solid, dan terbukti mampu bertahan.
“Kami sudah memiliki lebih dari 50 ranting yang tersebar di seluruh Tanah Air dan luar negeri,” akunya.
Perempuan yang kini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta ini tidak menyangka, Kembang Setaman setenar ini.
Menurutnya, pertumbuhan ini karena dukungan anggota yang turut peduli membesarkannya. Sehingga anak ranting tumbuh di mana-mana.
“Sejak lahir sampai sekarang tujuannya masih sama. Kembang Setaman bertujuan meraih prestasi sekaligus membangun generasi muda yang andal, tangguh, dan tertib hukum,” tandasnya.
Bahkan kurikulum PPS Kembang Setaman sukses meningkatkan prestasi generasi muda.
Tidak hanya itu, ia melihat bahwa anggota PPS Kembang Setaman, khususnya dari generasi muda mampu menahan diri dari aksi tawuran.
Lalu meningkatkan kualitas kesehatan fisik, mental, dan merekatkan persaudaraan.
“Jadi sebetulnya, justru dengan pencak silat ini, mereka dididik untuk bisa menahan diri, menahan emosi, dialihkan untuk hal lain seperti prestasi,” ungkapnya.
Ia juga menyesalkan, jika ada ilmu bela diri yang dipakai untuk tawuran.
Sejatinya, itu bukan tujuan dari seni bela diri digunakan.
“Karena di dalam energi pencak silat, bisa digunakan untuk yang lain. Misalnya prestasi itu, baik laga maupun seni, dan untuk kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Selama kiprahnya 50 tahun Kembang Setaman, kata Prof Wening, sukses menjadikan organisasi olahraga sebagai pendidik generasi muda yang semakin berkualitas.
Ketua Ranting PPS Kembang Setaman Kota Magelang Prawerti Prajnajati menyebut, banyak prestasi yang telah ditorehkan Kembang Setaman.
Baik di kejuaraan lokal, regional, dan nasional. Di ajang Kejuaraan Unimma Cup yang berlangsung Minggu (4/5/2025), dari 15 kelas yang diikuti, Kembang Setaman meraih 10 medali emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
Pada 6 Juli 2025 mendatang, PPS Kembang Setaman Magelang akan kembali menjadi tuan rumah kejuaraan nasional Kembang Setaman.
“Kejurnas nanti menjadi amanah dari ayahanda kami Pak Wiwik Hesti Wibowo untuk menginisiasi kompetisi silat tingkat junior, senior dan usia dini. Kejurnas menjadi ajang untuk mewadahi pesilat-pesilat usia dini melalui Persaudaraan Pencak Silat Kembang Setaman,” pungkasnya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto