RADARMAGELANG.ID, Magelang - Vendor pernikahan mulai panen di bulan Syawal. Seiring banyaknya masyarakat yang menikah di bulan tersebut. Dora Lina Bineri, pemilik DG Wedding Organizer mengatakan pihaknya akan mengerjaan pernikahan di awal April ini di Borobudur.
"Kami menangani pernikahan dengan adat budaya Indonesia, yang cowok dari Slovakia dan perempuannya dari Borobudur," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Rabu (2/4/2025).
Dora menyebut, pernikahan di bulan Syawal banyak diminati calon pengantin karena di momen ini banyak anggota keluarga yang mudik atau pulang ke kampung halaman.
"Mereka memanfaatkan momen kumpul keluarga. Dan momen ini tidak hanya untuk menikah, tapi ada juga yang melangsungkan lamaran di bulan Syawal," terangnya.
Konsep pernikahan intimate juga tengah digandrungi. Intimate wedding memiliki konsep mengundang tamu terbatas hanya keluarga inti dan teman terdekat. Atau jumlah tamu undangan tak sampai 200 orang.
"Mengapa begitu? Karena konsep intimate wedding ini berfokus pada kedekatan dan interaksi antara pasangan pengantin dengan tamu undangan.
Mereka (pengantin) bisa jalan-jalan, berbaur menyapa tamu, dan gimmick acaranya bisa lebih liar, lebih variatif. Dan semua orang yang kita kenal bisa dimintai untuk memberikan testimoni," terangnya.
Intimate wedding rupanya menjadi pernikahan impian bagi kalangan milenial sampai generasi Z.
Tapi tidak bagi sebagian besar orang tua. Karena itu, tidak heran jika resepsi pernikahan bisa digelar sebanyak dua kali dengan konsep berbeda.
Calon pengantin zaman sekarang juga cenderung berani mengeluarkan biaya besar untuk dokumentasi dan hal-hal yang melekat pada tubuh pengantin, seperti riasan dan busananya. Sementara orang tua lebih menitikberatkan pada jamuan makan.
"Milestone mereka akan dimasukkan ke sosial media. Jadi karakteristik mereka berani bayar mahal untuk mendapatkan dokumentasi terbaik," tandas Dora. (put/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo