RADARMAGELANG.ID, Magelang – Bulan puasa menjadi momen untuk mengontrol pola makan, termasuk menjaga kadar gula darah di dalam tubuh.
Sebab, biasanya memasuki Hari Raya Idul Fitri, warga akan banyak menikmati berbagai makanan, terutama yang tinggi kandungan gula.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSU Syubbanul Wathon Magelang dr Adrianus Tyasmono mengatakan, momen puasa sangat bermanfaat dalam mengendalikan gula darah.
Tetapi perlu tetap memperhatikan makanan yang dikonsumsi ketika berbuka puasa serta mengonsumsi obat antidiabetes agar puasa tetap lancar.
Sedangkan saat Lebaran, perubahan pola makan pasti terjadi.
Di momen lebaran ini, semua makanan dan minuman yang manis-manis disuguhkan.
“Baik dari nasi, kue, maupun minuman yang berpotensi meningkatkan kadar gula,” jelasnya saat Media Gathering bertema Diabetes dan Puasa Tips Sehat dan Aman, Selasa (18/3/2025).
Tak heran, di momen Lebaran, biasanya terjadi lonjakan penderita diabetes yang datang ke rumah sakit untuk melakukan check up gula darah.
Karena itu, dirinya mendorong agar masyarakat bisa tetap mengontrol pola makannya selama Idul Fitri.
Meski usia rawan terkena diabetes itu 50 tahun ke atas, namun tidak menutup kemungkinan usia muda yang tidak bisa mengontrol makan dan minum bisa terserang diabetes.
“Selain menjaga pola makan, juga harus rutin berolahraga,” katanya.
Dijelaskan, tipe diabetes melitus (DM) terbagi menjadi dua, yaitu DM tipe 1 yang banyak diderita oleh anak-anak, karena kelainan bawaan, dan DM tipe 2 yang diderita orang dewasa karena hormon insulin tidak sensitif dalam menurunkan kadar gula darah.
Ciri-ciri diabetes yang paling sering dialami oleh penderitanya, yaitu 3P: poliphagia atau banyak makan, polidypsia atau banyak minum, poliuri atau banyak kencing, serta penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto