RADARMAGELANG.ID, Magelang – Antusias masyarakat untuk membaca buku di perpustakaan tak surut, meski bulan Ramadan.
Buktinya, suasana Perpustakaan Kota Magelang tetap ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai usia.
Salah satu pengunjung Jihan mengaku lebih senang berkunjung ke perpustakaan daripada berdiam diri di rumah.
Ia bisa membaca berbagai buku bacaan dalam suasana tenang dan nyaman, sampai tak terasa sedang menahan lapar karena berpuasa.
“Dari pada kepanasan di rumah, mending baca-baca buku sambil ngadem,” akunya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang Nurwiyono menghitung jumlah pengunjung per hari selama Ramadan mencapai 100 orang.
Tingkat kunjungan ini tergolong ramai. Sementara hari biasa sekitar 300 orang.
“Ada penurunan karena bulan puasa, karena kami buka lebih siang pukul 08.00 dan tutup pukul 15.15, biasanya pukul 17.30,” imbuhnya.
Saat ini, pihaknya menyediakan 69.000 eksemplar buku dengan 47.000 judul yang bisa dibaca atau dipinjam pengunjung.
Dengan semakin bervariasinya judul dan jenis buku yang ada di perpustakaan, minat baca masyarakat semakin meningkat.
Cara ini sukses mendongkrak angka indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM) dari 93 di tahun 2023 menjadi 100 di 2024.
Kota Magelang pun menempati IPLM tertinggi di Jawa Tengah.
Tidak hanya itu, Kota Magelang juga menduduki peringkat kedua Jawa Tengah terkait tingkat gemar membaca (TGM) yang mencapai nilai 88,43.
“Atas capaian ini, Kota Magelang akan diminta untuk paparan tentang (strategi) pengelolaan perpustakaan di saat rapat koordinasi (rakor) perpustakaan se-Jateng pada April mendatang,” katanya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto