Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

177 Kepala Daerah dari PDIP Gagal Ikut Retret di Akmil Magelang, Ini Daftarnya

Deka Yusuf Afandi • Sabtu, 22 Februari 2025 | 01:11 WIB
Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri foto bersama jajaran pengurus DPP dan 177 kadernya yang terpilih sebagai kepala daerah di Sekolah Partai, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2025).
Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri foto bersama jajaran pengurus DPP dan 177 kadernya yang terpilih sebagai kepala daerah di Sekolah Partai, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2025).

RADARMAGELANG.ID – Ketua umum PDI-P Megawati Soekarnoputri mengeluarkan surat yang bernomor 7295/IN/DPP/II/2025. Surat itu diterbitkan pada Kamis (20/2/2025) malam.

Dalam isi surat tersebut menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah PDI Perjuangan untuk menunda perjalanan mengikuti retret di Magelang pada 21 - 28 Februari 2025.

Surat tersebut dikeluarkan setelah Hasto Kristiyanto yang merupakan Sekretaris Jenderal PDIP ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tak berhenti disitu saja, Megawati pun menginstruksikan kepada kepala daerah yang berasal dari PDI-P yang sudah berangkat menuju ke Akmil Magelang untuk menghentikan perjalanan dan menunggu arahan lebih lanjut.

Megawati pun juga menegaskan bahwa seluruh kendali partai kini berada dalam komandonya.

Padahal saat ini sebanyak 177 kader PDIP saat ini menjabat sebagai kepala daerah.

Dari total 961 kepala daerah yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (20/2/2025) di Istana Kepresidenan, 481 di antaranya dijadwalkan mengikuti retret di Magelang.

Berikut adalah beberapa kepala daerah dari PDIP yang menunda keikutsertaan dalam retret:

  1. DKI Jakarta: Pramono Anung - Rano Karno (Gubernur dan Wakil Gubernur)
  2. Jambi: Al Haris - Abdullah Sani (Gubernur dan Wakil Gubernur)
  3. Bali: I Wayan Koster - I Nyoman Giri Prasta (Gubernur dan Wakil Gubernur)
  4. Papua Tengah: Meki Nawipa - Deinas Geley (Gubernur dan Wakil Gubernur)
  5. Kabupaten Bandung: Dadang Suprianta - Ali Syakieb (Bupati dan Wakil Bupati)
  6. Sukabumi: Ayep Zaki - Bobby Maulana (Wali Kota dan Wakil Wali Kota)
  7. Depok: Supian Suri - Chandra Rahmansyah (Wali Kota dan Wakil Wali Kota)
  8. Karawang: Aep Syaepuloh - Maslani (Bupati dan Wakil Bupati)
  9. Pangandaran: Citra Pitriyami - Ino Darsono (Bupati dan Wakil Bupati)
  10. Purworejo: Yuli Hastuti - Dion Agasi Setiabudi (Bupati dan Wakil Bupati)
  11. Wonosobo: Afif Nurhidayat - Amir Husein (Bupati dan Wakil Bupati)
  12. Sukoharjo: Etik Suryani - Eko Sapto Purnomo (Bupati dan Wakil Bupati)
  13. Wonogiri: Setyo Sukarno - Imron Rizkyarno (Bupati dan Wakil Bupati)
  14. Kudus: Sam’ani Intakoris - Bellinda Putri Sabrina (Bupati dan Wakil Bupati)
  15. Pekalongan: Achmad Afzan Arslan - Balgis Diab (Wali Kota dan Wakil Wali Kota)
  16. Gunung Kidul: Endah Subekti Kuntarningsih - Joko Parwoto (Bupati dan Wakil Bupati)
  17. Bangkalan: Lukman Hakim - Moch Fauzan Ja’far (Bupati dan Wakil Bupati)
  18. Kediri: Hanindhuto Himawan Pramana - Dewi Mariya Ulfa (Bupati dan Wakil Bupati)
  19. Banyuwangi: Ipuk Fiestiandani Azwar Anas - Mujiono (Bupati dan Wakil Bupati)
  20. Nganjuk: Marhaen Djumadi - Trihandy Cahyo Saputro (Bupati dan Wakil Bupati)
  21. Pasuruan: Adi Wibowo - Mokhamad Nawawi (Wali Kota dan Wakil Wali Kota)

Dikutip dari menpan.go.id. kegiatan retreat di Akmil Magelang bertujuan untuk menanamkan nilao kepemimpinan dan kedisiplinan.

Filosofi perjuangan, asas kepemimpinan, dan nilai karakter taruna Akmil menjadi contoh teladan yang diharapkan dapat diresapi seluruh jajaran kabinet, sesuai dengan pesan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka

Tak hanya itu saja, terdaptpat makna mendalam ketika mengikuti retreat yakni Takwa berarti beriman dan taat kepada Tuhan Yang Maha Esa

Ing Ngarsa Sung Tulada berarti memberi contoh di depan

Ing Madya Mangun Karsa menggerakkan semangat di tengah-tengah

Tut Wuri Handayani memberi dorongan dari belakang dan Waspada Purba Wisesa berarti senantiasa waspada mengawasi dan mengoreksi bawahan.

Asas berikutnya, Ambeg Parama Arta, menuntut pemimpin untuk memilih prioritas dengan bijak; Prasaja mengajarkan kesederhanaan; Satya menekankan loyalitas timbal balik; Gemi Nastiti adalah kesadaran untuk membatasi pengeluaran; Belaka mengharuskan keberanian mempertanggungjawabkan tindakan; dan Legawa adalah kerelaan untuk menyerahkan tanggung jawab pada generasi berikutnya.(dka)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Megawati Larang Kader Ikut Retreat #Megawati larang kepala daerah pdip ikut retreat prabowo #menteri dalam negeri #Retret #Megawati Larang Kader PDIP Retret ke Magelang #retret Akademi Militer Magelang #Retret di Akmil Magelang #kader pdip #retret Akmil Magelang #Akmil Magelang