RADARMAGELANG.ID, Magelang - Stasiun Magelang Kota atau yang lebih dikenal dengan sebutan Stasiun Kebonpolo, menyimpan cerita sejarah di Kota Magelang.
Kini telah beralih fungsi menjadi tempat pusat bantuan untuk membantu warga yang ingin menyewa tanah di daerah stasiun tersebut.
Stasiun Magelang Kota terletak di Jalan Oerip Soemohardjo, Kebonpolo, bangunan ini masih terlihat masih kokoh dan setengah terawat.
Suasana di sekitar stasiun itu masih terbilang ramai. Deretan ruko yang berdiri disana memanfaatkan tanah bekas area Stasiun Kebonpolo yang kini disewakan.
Di belakang kantor tempat penyewaan tanah, terdapat deretan rumah yang dulunya merupakan tempat tinggal masinis.
“Dulu, ini kan tempat tinggal masinis. Sempat ada yang menempati tapi sekarang sudah pindah,” ucap Arisiswanto, salah satu warga sekitar stasiun kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Rumah-rumah tersebut kini dalam kondisi memprihatinkan. Tembok yang berlumut dan halaman ditumbuhi tanaman liar. Rumah-rumah tersebut juga disewakan.
Namun, dari tujuh rumah yang ada, hanya satu yang masih ditempati. Di salah satu rumah, masih ada stiker Pemilu 2013 yang masih menempel di jendela.
Menunjukkan bahwa rumah-rumah tersebut mungkin masih dihuni hingga sekitar sepuluh tahun yang lalu.
Kondisi kantor itu sendiri lebih baik daripada rumah-rumah di belakangnya. Temboknya tampak kokoh dan tidak menunjukkan kerusakan besar.
Meskipun demikian, tempat ini tetap berfungsi sebagai kantor untuk aktivitas pekerja. Hal ini menegaskan bahwa bangunan tersebut masih membantu masyarakat sekitar.
Stasiun Kebonpolo mungkin sudah kehilangan fungsinya sebagai tempat persinggahan kereta api, tetapi cerita sejarahnya masih terasa di setiap sudut bangunan dan area di sekitarnya.
Deretan rumah kosong para masinis dan bangunan utama stasiun menjadi saksi bisu masa-masa kejayaan transportasi kereta di Magelang.
Dengan fungsinya yang telah bergeser, Stasiun Kebonpolo tetap menjadi bagian penting dari sejarah kota, sekaligus simbol adaptasi kawasan ini terhadap kebutuhan zaman yang terus berubah. (mg1/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo