RADARMAGELANG.ID, Magelang—Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara menjadi sentra industri tempe terbesar di Kota Magelang.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Magelang, terdapat 13 unit usaha industri tempe di Kelurahan Kedungsari.
Tak heran jika wilayah ini dijuluki sebagai “Kandang Tempe” oleh masyarakat.
Sebab, pusat industri tempe di wilayah ini sudah dikenal banyak orang.
Lurah Kedungsari Soesilowati menjelaskan, industri tempe menjadi potensi besar di Kelurahan Kedungsari yang dapat memberdayakan masyarakat sekitar.
Dijelaskan, sentra industri tempe di Kedungsari tidak terjadi begitu saja.
Dimulai dari beberapa keluarga yang mengolah kedelai menjadi tempe secara tradisional.
Kini usaha tersebut telah berkembang menjadi industri rumahan yang sudah menembus pasar tradisional di Magelang.
Suwito, salah satu pemilik industri tempe di Kedungsari menceritakan, industri tempe ini bermula dari pendatang asal Pekalongan yang menetap di Kelurahan Kedungsari sekitar tahun 2000-an.
Dari satu pengrajin tempe, kemudian berkembang. Kini, setidaknya ada 11 pengusaha tempe di wilayah ini.
Suwito sendiri merintis usaha tempe sejak 2006.
Saat ini, setiap hari ia memproduksi 1,5 kuintal kedelai.
Tempe produksinya dipasarkan di Pasar Rejowinangun dan secara grosiran.
Sebagai sentra industri tempe, warga menggelar kegiatan Kirab Budaya Grebeg Tempe yang diadakan di wilayah RW 02.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa Kelurahan Kedungsari menjadi sentra industri tempe terbesar di Kota Magelang.
“Grebeg Tempe ini menjadi acara tahunan. Tahun 2024 ini menjadi tahun pertama penyelenggaraan Kirab Budaya Grebeg Tempe,” kata Lurah Kedungsari Soesilowati.
Acara Grebeg Tempe ini mendapat respon positif dari Pemerintah Kota Magelang.
“Kegiatan ini hendak ditarik di tingkat kota karena melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi,” kata Soesilowati. (mg19/mg20/aro)
Editor : H. Arif Riyanto