RADARMAGELANG.ID, Magelang - Pemkot Magelang memotret indeks kebahagiaan penduduk di tahun 2024 mencapai 79,99.
Pengukuran ini berdasarkan hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan Kota Magelang Tahun 2024 (SPTK24) yang dilakukan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominsta) Kota Magelang.
Berdasarkan survei itu, diketahui indeks kebahagiaan berdasarkan gender, laki-laki sebesar 81,32.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan perempuan yang hanya berada pada indeks 78,65.
Kepala Diskominsta Kota Magelang Muchamad Abdul Azis menjelaskan, pendataan SPTK24 ini dilakukan pada Februari-Maret 2024.
Ia mengambil sampel dari 500 keluarga di 17 kelurahan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dikoordinasi oleh Bidang Statistik Persandian Diskominsta Kota Magelang dengan menggandeng 20 mitra BPS selaku petugas pencacah lapangan.
Sementara tim ahli dari MEP FEB Universitas Gadjah Mada.
"Demi menjamin kualitas, kami melibatkan BPS selaku pembina data dalam melakukan transfer knowledge pelaksanaan proses bisnis statistik sektoral dan penyediaan panduan survei mendetail, serta rule validasi data. Sehingga data mentah hasil pencacahan dapat dibersihkan dan diolah dengan baik," papar Azis, Kamis (30/5/2024).
Instrumen survei juga diadopsi dari kuesioner SPTK Tahun 2021 BPS RI dengan menambah variabel koordinat rumah untuk memperkaya basis data mikro spasial.
Diskominsta sebagai walidata menjadi ujung tombak pelaksana pengumpulan, pemeriksaan, dan penyebarluasan data berkomitmen untuk menyediakan satu data Kota Magelang yang berkualitas.
Salah satu upayanya adalah penyediaan data mikro rumah tangga dan data by name by address (bnba) hasil survei yang dilengkapi dengan koordinat.
Output-nya berupa peta spasial pada geoportal Kota Magelang yang telah terintegrasi ke portal Satu Data Indonesia.
Azis mengaku, SPTK24 merupakan inisiasi strategis dari Pemkot Magelang untuk memotret capaian visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang, yaitu “Kota Magelang Maju, Sehat dan Bahagia” khususnya pada indikator “Bahagia”.
Selain didapatkan indeks kebahagiaan warga, Diskominsta juga mendapat data-data lainnya. Misalnya, dari status perkawinan, penduduk Kota Magelang dengan status menikah cenderung lebih bahagia dibandingkan penduduk yang belum menikah.
Sedangkan penduduk dengan status cerai mati tercatat memiliki indeks kebahagiaan lebih tinggi dibandingkan penduduk dengan status cerai hidup.
Dari sisi pendidikan SPTK24 menunjukkan gambaran bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditamatkan penduduk Kota Magelang, maka semakin tinggi pula tingkat kebahagiaan masyarakat.
Hal sama berlaku pada tingkat kebahagiaan berdasar tingkat pendapatan rumah tangga per bulan.
Selain itu, kelompok muda di bawah 25 tahun memiliki kebahagiaan tertinggi 86,26 dibandingkan kelompok usia lainnya.
Sementara itu senior citizen atau kelompok usia lanjut tercatat memiliki tingkat kebahagiaan di indeks 79,13.
Dengan kata lain, tua dan kawula muda di Kota Magelang merasa bahagia.
Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz menanggapi, SPTK ini menunjukkan bahwa kerja pemerintah selalu berdasarkan data.
Ia berharap, SPTK dapat dilaksanakan secara kontinyu untuk memotret kebahagiaan penduduk seiring dengan dinamika perkembangan pembangunan di Kota Magelang. (put/aro)
Hasil Survei Tingkat Kebahagiaan Warga Kota Magelang
- Indeks kebahagiaan laki-laki lebih tinggi 81,32 dibanding perempuan 78,65.
- Warga dengan status menikah lebih bahagia dibandingkan yang belum menikah.
- Warga dengan status cerai mati lebih bahagia dibandingkan yang cerai hidup
- Semakin tinggi jenjang pendidikan penduduk, semakin tinggi pula tingkat kebahagiaannya
- Semakin tinggi tingkat pendapatan rumah tangga per bulan, semakin tinggi pula tingkat kebahagiaanya.
- Kelompok muda di bawah 25 tahun memiliki kebahagiaan tertinggi 86,26, sedangkan senior citizen atau kelompok usia lanjut 79,13.
Editor : H. Arif Riyanto