RADARMAGELANG.ID, Magelang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang selesai melaksanakan pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2024, Rabu (28/2/2024) lalu.
Dari acara itu, diketahui peraih suara pileg terbanyak di Kota Magelang masih dipegang Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan merata di tiga daerah pilih (dapil) yang ada.
Lain halnya dengan suara pilpres, paslon nomor urut 02 Prabowo-Gibran unggul dengan suara terbanyak, yakni 39.273 suara, paslon 01 Anies-Cak Imin 13.735, dan paslon 03 Ganjar-Mahfud mendapat 30.979 suara.
Di Dapil 1 Magelang Selatan, PDI Perjuangan memperoleh 6.753 suara.
Disusul oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapat 5.645 suara dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebanyak 3.910 suara.
Lalu Partai Demokrat dengan 3.461 suara, dan Partai Golongan Karya (Golkar) memiliki 2.054 suara.
Di Dapil 2 Magelang Tengah, PDI Perjuangan unggul dengan perolehan 10.673 suara.
PKS 4.168 suara dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebanyak 2.948 suara.
Disusul Partai Demokrat dengan perolehan suara 2.670, dan PKB memperoleh 2.336 suara.
dI Dapil 3 Magelang Utara, PDI Perjuangan mendapatkan 5.434 suara.
PKS 4.052 suara dan Partai Gerindra memperoleh 3.424 suara.
Sedangkan Partai Demokrat mendapat 2.858 suara dan disusul PKB dengan 2.700 suara.
Ketua KPU Kota Magelang Misbachul Munir menjelaskan, rekapitulasi Pemilu 2024 memang sudah bisa diakses dengan bebas oleh masyarakat melalui website infopemilu.kpu.go.id.Tapi bukan berarti menjadi hasil rekapitulasi final.
Ia mengimbau, masyarakat tetap bijak menyikapinya.
Karena penetapan hasil pemilu nasional baru diumumkan KPU RI tiga hari setelah ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ada dan tidaknya perselisihan hasil pemilihan pemilu (PHPU).
“Masyarakat tidak perlu resah, karena hasil penghitungan suara dilakukan secara terbuka, ada petugas dan saksi yang dijamin kenetralannya,” ungkap Munir.
Setiap partai politik (parpol) sudah mendelegasikan saksi yang ditempatkan di semua TPS. Ada juga saksi dalam rekapitulasi di tingkat kecamatan, kota, sampai provinsi.
Ia harap masyarakat bisa bersabar menunggu hasil perhitungan dan keputusan pihak KPU.
“Rekapitulasinyanya berjenjang, jadi membutuhkan waktu,” katanya.
Sekda Kota Magelang Hamzah Kholifi menyebut, hasil pantauan rombongan Pemkot Magelang saat pelaksanaan Pemilu 2014 pada 14 Februari lalu menunjukkan kondisi yang menggembirakan. “Secara umum, pemilu di Kota Magelang berjalan tertib dan lancar,” ucap Hamzah.
Menurutnya, penyelenggaraan Pemilu sangat penting bagi keberhasilan proses demokrasi.
Sistem demokrasi juga menjadi sarana belajar masyarakat, bahwa perbedaan adalah hal yang lumrah dan perlu disikapi dengan bijaksana.
Toleransi dalam perbedaan pandangan dan pilihan bisa menjadi fondasi kebhinekaan.
“Jangan sampai perbedaan pandangan politik menjadikan rakyat terpecah belah. Dan pemilihan umum jangan menjadi tempat pertempuran perjuangan kepartaian yang dapat memecah persatuan bangsa indonesia,” ucapnya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto