RADARMAGELANG.ID, Magelang–Sebanyak 60 karya seni rupa memenuhi ruang kosong di Loka Budaya Soekimin Adiwiratmoko, Kota Magelang. Karya seni yang dipamerkan kali ini memiliki satu tema yang melekat dengan khas daerah, yakni Batik atau Batas Titik. Pameran ini akan berlangsung hingga 26 September mendatang.
Karya mereka menyuguhkan refleksi soal keragaman batik. Beberapa di antaranya disulap menjadi lukisan. Sejumlah kain batik pun disusun rapi. Ditumpuk satu sama lain dan menjulur di lantai. Ada juga yang dibiarkan menggantung di dinding.
Kesan tradisional dari batik-batik itu seolah menyatu dengan ruang. Sunyi menjadi bagian yang tak terpisahkan untuk memaknai tiap seni rupa. Dari satu karya ke karya yang lain.
Ketua Panitia Pameran Yustinus Agus Daryanto menyampaikan, pameran ini ditujukan untuk mengenalkan kreasi seni batik.
Menurutnya, batik itu tidak hanya digunakan sebagai baju saja. Tapi, juga bisa dijadikan sebuah karya seni yang dipajang pada dinding.
“Kita ingin mengenalkan seni batik itu tidak hanya dinikmati pada pakaian. Tapi juga bisa dinikmati dalam sebuah lukisan,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Kamis (21/9).
Ketua Dewan Kesenian Kota Magelang Muhammad Nafi menyebut, Batas Titik diambil dari akronim batik. Pameran ini, kata dia, sebetulnya telah melalui proses yang panjang karena ada workshop membatik. (rfk/aro)