Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang MS Kurniawan menjelaskan, di titik selter kuliner itu nantinya akan dikeruk. Kemudian dibuat basement. Dengan tetap memertahakan pohon-pohon besar yang kini memayungi area tersebut, sebagai komitmen mendukung ruang terbuka hijau (RTH) yang ada. Setelah selesai, selter kuliner akan dikembalikan seperti semula.
“Rencananya seperti itu, dan basement bisa muat sampai 100 kendaraan roda empat,” jelasnya, kemarin.
Penataan parkir di alun-alun menjadi sebuah urgensi. Tiap kali ada even besar, selalu kebingungan untuk menyediakan kantong-kantong parkir yang memadai. Bahkan pada hari biasa, kendaraan roda empat harus diparkir di badan jalan. Sangat mengganggu kelancaran lalu lintas. “Selama ini, kita bisa lihat, parkiran meluber ke mana-mana,” ungkapnya.
Kendati demikian, penataan ini terganjal besarnya anggaran. Dikatakan Wawan, pembangunan basement menyerap biaya Rp 10-15 miliar. Sementara kemampuan anggaran Pemkot Magelang saat ini juga dikonsentrasikan untuk membangun kantor pemerintahan yang baru, di Jalan Alun-alun Utara Nomor 2. Tepatnya di Kantor BPPK milik Kementerian Keuangan yang dihibahkan kepada pemkot.
“Realisasinya kapan belum tahu. Tapi kami sedang mengajukan anggaran (basement, Red) ke pemerintah pusat,” imbuhnya.
Wawan mengakui, di Kota Magelang kesulitan mencari lahan yang besar untuk lahan parkir. Ada rencana lain, yakni membangun parkir komunal di sekitar kawasan Shopping, Jalan Tidar.
Wartawan koran ini pun mencoba bertanya kepada juru parkir di sekitar selter kuliner. Mereka belum mendapat sosialisasi tentang rencana penataan parkir. Meski begitu, mereka mendukung rencana pemkot. (put/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo