Tawaran ini merupakan upaya Pemkot Magelang dalam memberikan kemudahan akses permodalan di bank pelat merah. “Yang penting mereka tidak memiliki kendala seperti macet bayar (cicilan, Red) di instansi lain. Kalau lancar, kami usahakan ( pengajuan cair, Red),” ungkap anggota Dewan Pengawas Perumda BPR Bank Magelang Faozan Asrulsani, di acara Ngopi Bareng Pak Wali dengan Pedagang Tidar, di sebuah kafe kopi, Rabu, (25/1/2023) petang.
Faozan mengatakan, penawaran ini adalah produk kredit Pro-Master. Merupakan pinjaman lunak kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dalam rangka penguatan usaha rakyat. Bila pedagang merasa limit pinjaman tersebut masih kurang, dapat mengajukan tambahan.
Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz menyebut, pinjaman modal tidak akan memukul pedagang. Suku bunganya kecil, karena Pemkot Magelang telah memberikan subsidi. “Saya ingin wong cilik jadi sejahtera. Saya ingin memberi pancingan dengan meminjamkan modal, namun pedagang tetap bisa membayar cicilan, paling tidak seperdelapan dari penghasilan yang dipunya,” ungkapnya.
Namun sayangnya, beberapa wilayah di Kota Magelang masuk dalam zona hitam terkait pinjaman bank. Karena sekitar 80 persen penduduk tidak dapat melunasi utang, karena faktor ekonomi. Pemkot Magelang masih berupaya mendata kawasan-kawasan seperti itu, dengan cara mengecek pada sistem informasi kreditur. Dengan langkah ini, diharapkan ada solusi yang solutif. (mg8/put/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo