RADARMAGELANG.ID - Rumah yang lembap dan kurang ventilasi sering kali menjadi sarang jamur hitam atau black mold. Keberadaannya sering kali tidak disadari karena bisa tumbuh di balik dinding, langit-langit, karpet, atau perabot yang terbuat dari kayu dan kain. Meski terlihat sepele, black mold menyimpan bahaya serius bagi kesehatan.
Jamur Hitam atau Black mold (Stachybotrys chartarum) menghasilkan spora dan toksin yang disebut mikotoksin. Mikotoksin ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui udara yang terhirup, kontak dengan kulit, atau konsumsi makanan yang terkontaminasi.
Paparan jangka pendek maupun panjang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari ringan hingga serius.
Beberapa dampak kesehatannya antara lain:
- Gangguan pernapasan: dapat berupa batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga kesulitan bernapas.
- Masalah kulit: munculnya ruam, rasa gatal, atau iritasi lain pada permukaan kulit.
- Keluhan pada mata: seperti mata memerah, terasa gatal, atau mengeluarkan air.
- Infeksi Paru-Paru: Individu dengan daya tahan tubuh lemah cenderung beresiko. Penyakit ini menimbulkan gejala berat, seperti batuk berdarah, demam, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, keringat berlebih di malam hari, hingga rasa lelah meski sudah cukup istirahat.
- Gejala tambahan: sakit kepala, rasa lelah berlebihan, bahkan gangguan pola tidur.
Pertumbuhan black mold tidak terjadi begitu saja. Jamur ini umumnya muncul karena kondisi lingkungan yang mendukung, terutama tempat yang lembap, hangat, dan minim sirkulasi udara.
Jamur hitam ini umumnya tumbuh di karenakan beberapa faktor seperti:
- Kelembapan udara di atas 70%
- Adanya sumber nutrisi seperti material kayu atau drywall, ketersediaan oksigen
- Suhu ruangan berkisar 4°C hingga 38°C.
- Lembap akibat kebocoran air atau banjir.
- Kurang ventilasi, seperti kamar mandi dan dapur.
- Jarang terkena sinar matahari. Jika lingkungan dibiarkan basah lebih dari 24–48 jam, jamur ini bisa berkembang biak dengan cepat.
Cara Mencegah Munculnya Black Mold
- Perbaiki kebocoran air di atap, pipa, atau dinding secepat mungkin.
- Gunakan ventilasi dan dehumidifier agar kelembapan ruangan tetap rendah.
- Bersihkan area lembap secara rutin dengan cairan pembersih anti-jamur.
- Jangan biarkan handuk atau pakaian basah menumpuk di mesin cuci maupun keranjang pakaian.
- Saat mengecat dinding, pilihlah cat dengan kandungan antijamur dan pastikan permukaan tembok benar-benar kering sebelum proses pengecatan dilakukan.
- Jika black mold sudah meluas, hubungi tenaga profesional, karena pembersihan tanpa perlindungan bisa berbahaya.
Black mold bukan sekadar noda hitam di dinding, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan. Dengan menjaga rumah tetap kering, bersih, dan berventilasi baik, kita dapat mencegah jamur berbahaya ini tumbuh serta melindungi keluarga dari dampak buruknya. (mg6)
Editor : H. Arif Riyanto