RADARMAGELANG.ID - Generasi Z atau yang lebih dikenal sebagai Gen Z merupakan kelompok masyarakat yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012.
Kelompok ini tumbuh di era di mana teknologi dan media sosial menjadi bagian yang penting pada kehidupan sehari-hari.
Generasi ini muncul sebagai kelompok yang unik dengan karakteristik dan tantangan tersendiri. Beberapa orang mengklaim bahwa Gen Z memiliki mentalitas yang unik.
Istilah "mental tempe" sering kali digunakan untuk menggambarkan sikap santai, tidak terbebani dan kadang terlihat tidak peduli.
Kenapa "Mental Tempe"?
Apa itu "Mental Tempe"?
Istilah mental tempe merupakan gambaran seseorang yang memiliki mentalitas yang rapuh, mudah terluka, dan tidak dapat menangani tekanan atau kritik.
Mereka bisa sangat sensitif dan mudah tersinggung bahkan oleh komentar atau kritik yang tidak bermaksud jahat.
Survey McKinsey Health Institute menunjukkan bahkan 18% responden dari generasi Z merasa kesehatan mentalnya buruk.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan generasi milenial (13%) dan generasi X (11%).
Mengapa bisa terjadi?
Pengaruh sosial media yang menjadi bagian integral kehidupan sehari-hari Gen Z menjadi salah satu sumber yang dapat memicu perasaan tidak memadai dan kurangnya kepercayaan diri, sehingga menghasilkan kecemasan sosial dan ketidakpuasan terhadap diri sendiri.
Selain itu, kurangnya interaksi sosial yang disebabkan Gen Z yang cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar daripada ber-interkasi dengan orang lain secara langsung.
Ini akan menyebabkan kurangnya kemampuan dalam menangani konflik dan kritik.
Pengaruh pergaulan dan budaya juga menjadi bagian penting dalam pembentukan mentalitas Gen Z.
Budaya modern yang menekankan kebahagiaan membuat Gen Z merasa bahwa hidupnya harus bahagia.
Pergaulan yang toxic dan bebas juga ikut andil membentuk mental Gen Z.
Namun di luar itu semua, pengaruh orang tua yang kerap menekankan harapannya kepada mereka menyebabkan Gen Z merasa tidak dapat menangani tekanan tersebut.
Kesimpulannya, kesehatan mental Gen Z merupakan isu yang kompleks dan memperlukan perhatian yang serius.
Meskipun mereka memiliki akses yang mudah dalam menjangkau teknologi dan informasi, tantangan yang dihadapi juga lebih berat.
Mental tempe yang kerap orang sematkan pada Generasi Z ini bukanlah karakteristik yang unik untuk Generasi Z.
Karena setiap individu memiliki kekurangan dan kelemahan mereka sendiri. (mg25/aro)
Editor : H. Arif Riyanto