RADARMAGELANG.ID, Magelang – Lavender (Lavandula angustifolia) merupakan tanaman herba aromatik berwarna ungu atau kebiru-biruan yang termasuk dalam keluarga mint. Tanaman ini berasal dari wilayah Mediterania, termasuk negara-negara Prancis, Spanyol, Andorra, dan Italia.
Melansir dari National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), nama lavender berasal dari kata kerja Latin “lavare” yang berarti “mencuci”.
Lavender dapat mudah dikenali melalui bunga-bunganya yang berwarna ungu atau kebiru-biruan, batang tinggi, dan daun hijau ramping, serta baunya yang harum dan menenangkan.
Aroma lavender ini populer digunakan untuk minyak pijat, minyak esensial, produk mandi, parfum, aromaterapi, dan lain-lain.
Menariknya, lavender dipromosikan sebagai suplemen makanan oral (diminum) untuk meredakan stres, kecemasan, depresi, dan berbagai kondisi lainnya. Lavender juga dipromosikan sebagai aromaterapi dan penggunaan topikal (pada kulit).
Lavender telah lama dianggap sebagai tanaman herbal serba guna yang memiliki berbagai manfaat dalam dunia kesehatan. Misalnya saja lavender dapat digunakan sebagai aromaterapi minyak esensial untuk meredakan kecemasan dan meningkatkan suasana hati. Uniknya, lavender juga dapat dimanfaatkan sebagai minyak pijat oles untuk meredakan nyeri otot.
Melansir dari Cleveland Clinic, berikut ini beberapa manfaat lavender:
- Meningkatkan kualitas tidur dan meredakan insomnia
Berkat aromanya yang menenangkan, lavender banyak dimanfaatkan banyak orang untuk wewangian beraroma lavender sebelum tidur sebagai aromaterapi. Menurut suatu penelitian, dengan menghirup aroma lavender maka hormon melatonin yang mengatur siklus tidur dapat meningkat dan memicu rasa kantuk. Artinya, aroma lavender dapat meningkatkan kualitas tidur dan meredakan insomnia.
- Meredakan nyeri haid
Pada studi tahun 2016, terdapat seorang wanita yang mencium aroma lavender selama 30 menit sehari. Dalam tiga hari pertama haidnya, rasa nyeri haid dapat berkurang setelah dua bulan. Cara ini dapat dilakukan juga dengan mengoleskan minyak esensial lavender pada perut untuk meredakan nyeri haid.
- Membantu mengatasi kecemasan, stres, dan depresi
Alasan lavender dikenal memiliki reputasi tanaman yang menenangkan karena kemampuannya dapat menenangkan sistem saraf, meningkatkan suasana hati, dan menurunkan tekanan darah. Minyak esensial lavender mengandung senyawa linalool yang telah terbukti dapat mengurangi kecemasan dan tekanan darah. Sebuah uji coba acak tahun 2025 menemukan bahwa menghirup minyak esensial lavender selama 30 menit dapat mengurangi tingkat kecemasan, depresi, dan stres pada lansia.
- Mengurangi rasa sakit dan peradangan
Salah satu senyawa pada lavender yakni flavonoid memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan. Sebuah studi tahun 2012 menemukan bahwa dengan menghirup minyak esensial lavender selama 15 menit dapat membantu mengurangi nyeri migrain.
Perlu diingat bahwa aroma lavender tidak cocok untuk semua orang. Kebanyakan orang mungkin cocok dengan aromanya yang menenangkan dan menyejukkan. Akan tetapi, bagi sebagian orang saat memicu aroma lavender dapat memicu pengalaman negatif yang berkaitan dengan memori emosional.
Selain itu, mengonsumsi minyak esensial lavender secara oral dapat berbahaya bagi kesehatan. Para ahli herbal tradisional tidak akan menggunakan minyak esensial lavender secara oral untuk menghindari efek toksin yang ada. Minyak esensial ini dapat membakar dan mengiritasi mukosa, lapisan langit-langit lunak, tenggorokan, dan lidah.
Sebaiknya, minyak esensial lavender dapat dimanfaatkan sebagai makanan atau teh untuk mengurangi efek toksin dalam jumlah yang cukup. Jika terlalu banyak digunakan, maka makanan atau minuman yang diberi minyak ini akan terasa seperti sabun. (mg1)
Editor : H. Arif Riyanto