RADARMAGELANG.ID--Selama masa kanak-kanak, pertumbuhan terjadi lebih cepat.
Berdasarkan penelitian jurnal Scientific American, 60–80 persen tinggi badan itu dipengaruhi oleh genetik, dan sisanya dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi.
Meski begitu, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk membantu menambah tinggi badan anak.
Tinggi badan anak yang ideal sendiri terkadang menjadi patokan bahwa gizi anak terpenuhi.
Telur menjadi salah satu sumber protein yang baik dengan kandungan berbagai asam amino esensial.
Telur juga mengandung vitamin A, B12, D, E, selenium, fosfor, dan folat.
Kandungan protein, vitamin A dan D dinilai penting dalam meningkatkan tinggi badan.
Namun pada dasarnya bukan makanan telur yang membuat peningkatan tinggi badan anak.
Akan tetapi masuk akal jika makan makanan rendah kalori dan tinggi protein berdampak positif.
Pola makan yang baik sejak masa kanak-kanak membawa peran penting pada pertumbuhan tinggi badan anak.
Sebuah jurnal yang diterbitkan Pediatrics melaporkan jika pada bulan Maret hingga Desember 2015, di Ekuador dilakukan penelitian yang meneliti 83 bayi usia 6 sampai 9 bulan.
Setiap hari selama 6 bulan bayi-bayi tersebut diberi makan satu butir telur.
Hasilnya, mereka yang diberi makan telur mengalami rIsiko penurunan stunting (tinggi badan rendah) dibanding mereka yang tidak diberi telur tiap harinya.
Hal tersebut karena telur mengandung banyak nutrisi protein penting daripada makanan lain.
Protein tersebut mampu menunjang pertumbuhan tubuh maksimal, harganya juga lebih murah dan mudah didapat.
Perlu diingat lagi, dengan rutin mengkonsumsi telur tidak menjamin akan membuat badan tinggi, karena beberapa faktor yang mempengaruhi tinggi badan seperti yang disebutkan di atas yaitu genetik.
Tapi, tidak semua orang bisa makan telur sebanyak-banyaknya.
Tidak semua orang disarankan mengonsumsi telur dalam jumlah banyak.
Sering mengonsumsi telur memang menyehatkan dan tidak akan menjadi masalah untuk mereka yang sehat.
Tapi berbeda dengan mereka yang memiliki alergi telur, diabetes, kolesterol dalam darah, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi.
Mereka harus membatasi konsumsi telur.
Dilansir dari Medical News Today, Kolesterol yang terkandung pada telur yaitu sekitar 186 mg, yang berada di bagian kuning telur. (mg2/aro)
Editor : H. Arif Riyanto