Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Keunikan Seni Tari Kuntulan yang Sudah Berusia Ratusan Tahun di Magelang

Magang Radar Magelang • Jumat, 13 September 2024 | 21:30 WIB
Kesenian Kuntulan Dusun Kupen, Desa Baleagung, Kec. Grabag
Kesenian Kuntulan Dusun Kupen, Desa Baleagung, Kec. Grabag

RADARMAGELANG.ID,– Apakah kamu tahu jika di Magelang ada seni tari yang sudah berusia ratusan tahun.

Magelang memang terkenal dengan beragam jenis seni tari, terutama kesenian jathilan yang sangat digemari oleh masyarakat.

Seni Tari Kuntulan menjadi kesenian yang unik dan penuh dengan pesan positif dalam pementasanya.

Sejarah Tarian Kuntulan Khas Magelang

Kuntulan adalah tarian tradisional yang menjadi media dalam penyebaran agama Islam.

Konon tarian ini merupakan peninggalan dari sunan Kalijaga seorang tokoh penyebar agama islam di pulau Jawa.

Kemunculan seni Kuntulan sudah lahir sejak ratusan lalu, yaitu sekitar tahun 1830-an.

Nama Kuntulan sendiri diambil dari nama burung yang sejenis dengan angsa, burung ini mudah ditemui di persawahan desa.

Tari Kuntulan berkembang di era Perang Diponegoro untuk mengelabuhi penjajah Belanda karena gerakan tari Kuntulan merupakan kamuflase dari gerakan bela diri.

Dahulu tari Kuntulan diiringi dengan alat musik rebana.

Seiring dengan perkembangan zaman, Kuntulan diiringi menggunakan gamelan dan tembang yang menggunakan syair yang berisi pesan-pesan keagamaan.

Keunikan Seni Tari Kuntulan

Burung Kuntul
Burung Kuntul

Para penari menggunakan kostum serba putih yang menyerupai burung kuntul jawa yang sering dijumpai dilahan persawahan.

Ada juga penari yang menambahkan properti seperti kipas wiru, topi, dan sepatu hitam layaknya prajurit.

Uniknya gerakan pada tarian ini juga terinspirasi dari burung kuntul yaitu dengan menganguk-angukkan kepala dan tangan yang menari dengan pelan.

Gerakan ini mengambarkan tingkah burung kuntul yang selalu merasa senang, gembira, dan tidak pernah lelah.

Selain itu, prajurit Diponegoro harus memiliki prinsip jika seorang patih jangan sampai kalah dan harus memiliki semangat tinggi.

Kesenian ini cukup menghibur para penonton, khususnya bagi para pecinta tarian tradisional.

Namun sayangnya banyak orang yang tidak tahu dengan tari Kuntulan khas Magelang ini.

Oleh karena itu, sudah selayaknya kita untuk melestarikan budaya tradisional khas Magelang agar tidak punah dengan perkembangan zaman. (mg19/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#Kuntulan #kesenian #jathilan #Kesenian tradisional Indonesia