RADARMAGELANG.ID - Bekas jerawat sering kali lebih mengganggu daripada jerawat itu sendiri. Setelah jerawat kempes, sering kali kulit meninggalkan noda kemerahan atau kehitaman yang membuat warna wajah tampak tidak merata. Kondisi ini biasanya disebut dengan PIE (Post-Inflammatory Erythema) dan PIH (Post-Inflammatory Hyperpigmentation). Keduanya sering disalahartikan sama, padahal memiliki perbedaan mendasar dalam penyebab maupun penanganannya.
PIE (Post-Inflammatory Erythema) adalah bekas jerawat yang muncul sebagai bercak merah atau keunguan di kulit. Bekas jerawat jenis PIE muncul karena adanya gangguan pada aliran darah saat kulit mengalami peradangan. Dalam fase ini, pembuluh darah kecil di sekitar jerawat bisa melebar atau bahkan mengalami kerusakan, sehingga meninggalkan bekas berupa kemerahan atau merah muda pada permukaan kulit.
Sedangkan, PIH (Post-Inflammatory Hyperpigmentation) adalah bekas jerawat yang ditandai dengan noda cokelat sampai kehitaman. PIH terbentuk ketika kulit mengalami cedera atau iritasi, misalnya akibat goresan, ruam, atau jerawat yang meradang. Pada tahap penyembuhan, kulit merespons dengan meningkatkan produksi melanin secara berlebihan, sehingga area tersebut tampak lebih gelap dibandingkan warna kulit di sekitarnya.
Jerawat yang berukuran besar dan mengalami peradangan cenderung meninggalkan bekas PIH yang lebih luas dan berwarna lebih gelap.
Bekas jerawat bisa memudar dengan sendirinya, namun membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, perawatan yang tepat sangat membantu mempercepat proses pemulihan.
Menurut Syafiq Kamri, seorang lulusan S1 Teknik Kimia ITB dan M.Sc Teknik Kimia NUS, sekaligus kreator konten TikTok dengan akun @DosenSkincare yang dikenal berkat edukasi seputar perawatan kulit serta produk dengan kandungan berbahaya, memahami perbedaan PIE dan PIH sangatlah penting agar tidak salah langkah dalam memilih perawatan.
Secara khusus, Syafiq membagikan lima tips utama untuk membantu memudarkan bekas jerawat PIH (Post-Inflammatory Hyperpigmentation):
- Identifikasi jenis bekas jerawat.
- Sebisa mungkin hindari paparan matahari, gunakan sunscreen
- Menggunakan serum pencerah. Pilih produk yang mengandung banyak bahan pencerah dalam 1 produk seperti A-Arbutin >= 1%, Kojic Acid >=1%, Vitamin C >=3%, Hexyl Res >=0,5%, Symwhite >=0,5%, Licorice Root, Azelaic Acid >=10%.
- Exfo AHA (Glycolic, Lactic, Mandelic Acid) karena kandungannya yang bekerja dengan cara mengikis lapisan kulit terluar dan mempercepat pigmen didalam ke permukaan.
- Menggunakan Retinoid karena dapat berkerja mengahambat produksi pigmen dan mempercepat pergantian kulit sehingga pigmen cepat naik.
Selain itu, Syfiq juga membagikan tips memudarkan bekas jerawat PIE. Secara khusus dalam kontennya, Syafiq membagikan lima tips utama untuk membantu memudarkan bekas jerawat PIE (Post-Inflammatory Hyperpigmentation).
- Identifikasi jenis bekas jerawat
- Gunakan produk yang mengandung Azelaic Acid 15-20%
- Gumakan bahan Tranexamic Acid &Niacinamide3% dan 4-5%
- Hindari matahari dan pakai sunscreen
- Hindari Exfoliasi atau Retinoid yang terlalu keras
Mengenali perbedaan PIE dan PIH penting agar perawatan lebih tepat. Dengan perawatan kulit yang sesuai, perlindungan dari sinar matahari, edukasi yang benar, hingga tindakan medis bila diperlukan, bekas jerawat bisa memudar dan kulit tampak lebih sehat. Oleh karena itu, mari lebih peka mengenali jenis bekas jerawat agar hasil perawatan lebih efektif. (mg6)
Editor : H. Arif Riyanto