RADARMAGELANG.ID—Kasus mahasiswi yang nekat meloncat ke Sungai Bengawan Solo dari Jembatan Jurug mendapat tanggapan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
Pihak universitas membenarkan perempuan yang melompat di Jembatan Jurug di wilayah perbatasan Karanganyar-Solo, Selasa (1/7/2025) siang, merupakan mahasiswi UNS semester akhir angkatan 2021.
Sekretaris Universitas yang juga juru bicara UNS Agus Riwanto melalui keterangan resmi kepada awak media, Selasa (1/7/2025), menyampaikan sempat mendapatkan informasi dari media sosial yang menampilkan video seorang driver ojek online memberikan kesaksian adanya seorang perempuan melompat dari Jembatan Jurug sisi selatan.
“Bahwa UNS melakukan cek dan ricek atas informasi tersebut dan ditemukan benar, mahasiswi UNS [yang terjun dari Jembatan Jurug] bernama Devitasari Anugraeni (Perempuan), Tempat/tanggal lahir Temanggung, 19 April 2003 (22 tahun) dengan Alamat
Bangsri II RT 04 RW 02 Purwodadi, Tembarak, Temanggung, Jawa Tengah,” bebernya.
Agus mengatakan, korban merupakan mahasiswi aktif Program Studi D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Sekolah Vokasi UNS angkatan 2021 semester VIII.
Baca Juga: Mahasiswi UNS Asal Purwodadi Temanggung Loncat dari Jembatan Jurug ke Sungai Bengawan Solo
Perempuan kelahiran 2003 itu saat ini sedang tahap skripsi.
“Mahasiswi bersangkutan telah menyelesaikan ujian skripsi dan menyelesaikan proses revisi, sehingga tinggal mengurus administrasi wisuda,” katanya.
Ia mengatakan Devitasari juga merupakan salah satu mahasiswa berprestasi penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
“Mahasiswi yang bersangkutan memiliki IPK 3.8 dan merupakan mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah,” katanya.
Agus menegaskan, kejadian tersebut tidak berkaitan dengan proses pembelajaran di kampus.
Ia juga mengatakan kampus sudah berupaya memberikan bimbingan konseling dan psikologi kepada korban.
“Kejadian tersebut tidak terkait dengan proses belajar mengajar di Program Studi D4 K3 Sekolah Vokasi UNS melainkan terkait dengan kondisi gangguan kejiwaan yang dialami mahasiswi bersangkutan,” ujarnya.
Agus menyebut universitas sudah melakukan klarifikasi dan mendapat informasi bahwa korban menjadi klien Subdirektorat Layanan Konseling Mahasiswa UNS Solo sejak Januari 2025.
“Sudah direkomendasikan untuk ke psikiater, dan terus mendapatkan pendampingan sampai dengan sebelum peristiwa dugaan percobaan bunuh diri terjadi,” katanya.
Agus mengonfirmasi korban sempat memberikan informasi kepada Subdirektorat Layanan Konseling Mahasiswa dan Kepala Program Studi D4 K3, bahwa yang bersangkutan mempunyai masalah kejiwaan.
“Ada riwayat percobaan bunuh diri sejak tahun 2023 sampai 2025 dengan berbagai cara, antara lain overdosis obat dan peralatan tajam, dan pernah menjadi pasien Rumah Sakit Jiwa,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, seorang wanita diduga melompat ke aliran Sungai Bengawan Solo dari Jembatan Jurug di wilayah perbatasan Karanganyar-Solo pada Selasa (1/7/2025).
Dia meninggalkan sepeda motor beserta helm dan tas di pinggir jembatan.
Hingga kini proses pencarian korban tengah dilakukan tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, BPBD Kota Solo, SAR, dan relawan dari berbagai organisasi.
Berdasarkan penelusuran petugas terhadap tas yang ditinggalkan, diduga korban adalah seorang mahasiswi di salah satu kampus di Kota Solo yang berasal dari Temangggung, Jawa Tengah.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar Hendro Prayitno mengatakan korban diketahui meloncat dari jembatan Jurug sekitar pukul 11.59 WIB.
Saat itu, seorang driver ojek online (ojol) yang tengah melintas di jalan tersebut melihat korban berdiri di jembatan. Tiba-tiba, korban melompat ke aliran Sungai Bengawan Solo.
Tim SAR gabungan langsung terjun untuk melakukan penyisiran guna mencari keberadaan mahasiswi itu. Namun hingga sore hari mahasiswi itu belum ditemukan.
Berikut ini Surat Keterangan Resmi dari UNS terkait “Peristiwa Dugaan Bunuh Diri yang Dilakukan oleh Mahasiswi UNS
Kepada
Yth. Rekan-Rekan Media Cetak/Online
di Tempat
Salam Hormat,
Bersama ini Universitas Sebelas Maret menyampaikan Pers Rilis terkait peristiwa dugaan bunuh diri yang dilakukan oleh Mahasiswi UNS, Hari Selasa tanggal 1 Juli 2025, perlu disampaikan hal-hal sebagai berikut:
- Bahwa UNS mendapatkan informasi dari media sosial yang menampilkan video seorang driver ojek online yang memberikan kesaksian tentang peristiwa dugaan bunuh diri di Jembatan Jurug sisi Selatan.
- Bahwa UNS melakukan cek dan ricek atas informasi tersebut dan ditemukan bahwa benar, pelaku percobaan bunuh diri tersebut adalah mahasiswi UNS bernama Devitasari Anugraeni (Perempuan), Tempat/tanggal lahir Temanggung, 19 April 2003 (22 tahun) dengan Alamat Bangsri II RT 04 RW 02 Purwodadi, Tembarak, Temanggung, Jawa Tengah. dari Program Studi D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret angkatan 2021 semester 8 (delapan),
- Bahwa UNS telah melakukan klarifikasi kepada pihak terkait di lingkungan UNS didapatkan informasi sebagai berikut: - Mahasiswi yang bersangkutan menjadi klien Subdirektorat Layanan Konseling Mahasiswa UNS sejak Januari 2025 dan sudah direkomendasikan untuk ke psikiater, dan terus mendapatkan pendampingan sampai dengan sebelum peristiwa dugaan percobaan bunuh diri terjadi.
- Mahasiswi tersebut memberikan informasi kepada Subdirektorat Layanan Konseling Mahasiswa dan Kepala Program Studi D4 K3, bahwa yang bersangkutan mempunyai masalah kejiwaan dan riwayat percobaan bunuh diri sejak tahun 2023 sampai 2025 dengan berbagai cara, antara lain overdosis obat dan peralatan tajam, dan pernah menjadi pasien Rumah Sakit Jiwa.
- Terkait dengan adanya temuan surat yang diduga ditulis tangan oleh mahasiswi yang bersangkutan yang pada pokoknya menceritakan mengenai masalah yang menyebabkan dugaan bunuh diri antara lain menyebutkan nama Bapak Dr. Sumardiyono, S.KM., M.Kes yang bersangkutan merupakan Dosen Pembimbing Akademik, Dosen Pembimbing Pertama Skripsi, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Sekolah Vokasi UNS.
- Bapak Dr. Sumardiyono, S.KM., M.Kes. dan Kaprodi D4 K3 mengetahui kondisi kejiwaan mahasiswi yang bersangkutan dan telah memberikan rekomendasi kemudahan dalam proses penyusunan skripsi, bahkan pernah menyampaikan surat resmi kepada pihak keluarga supaya mahasiswi tersebut istirahat selama 3 bulan, namun mahasiswi tersebut memberikan respon penolakan dengan alasan tidak ingin dikasihani.
- Bapak Dr. Sumardiyono, S.KM., M.Kes mendapatkan informasi kembali berupa pengakuan dari mahasiswi yang bersangkutan bahwa keinginan untuk melakukan percobaan bunuh diri saat meminta tandatangan pengesahan Skripsi pasca ujian Skripsi. Sehingga Bapak Dr. Sumardiyono, S.KM., M.Kes. menguatkan mahasiswi yang bersangkutan bahwa apa yang sudah dicapai hingga saat ini adalah sebuah prestasi yang membanggakan dan mahasiswi yang bersangkutan berjanji untuk berusaha membahagiakan keluarga, pembimbing, dan institusi UNS dengan melanjutkan hidup dan menghindari keinginan bunuh diri.
- Mahasiswi yang bersangkutan telah menyelesaikan ujian Skripsi dan menyelesaikan proses revisi, sehingga hanya tinggal mengurus administrasi wisuda. Mahasiswi yang bersangkutan memiliki IPK 3.8 dan merupakan mahasiswa penerima beasiswa KIP K (Kartu Indonesia Pintar – Kuliah).
- Dengan demikian peristiwa dugaan percobaan bunuh diri mahasiswi UNS tersebut tidak terkait dengan proses belajar mengajar di Program Studi D4 K3 Sekolah Vokasi UNS melainkan terkait dengan kondisi gangguan kejiwaan yang dialami mahasiswi yang bersangkutan.
Demikian atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terimakasih
Surakarta, 01 Juli 2025
Hormat Kami,
Prof. Dr. Agus Riwanto, S.H, M.H
Sekretaris Universitas/Juru Bicara UNS (*)
Editor : H. Arif Riyanto