RADARMAGELANG.ID, Kajen--Kantor DPRD Kabupaten Pekalongan terbakar, Sabtu (21/12/2024) malam.
Belum diketahui penyebab pasti peristiwa yang terjadi pada pukul 22.00 WIB.
Dugaan sementara karena korsleting listrik.
Malam itu kantor DPRD tidak ada aktivitas apapun. Hanya ada penjaga malam dan beberapa staf ahli fraksi yang tengah menyelesaikan tugas.
Mereka mengaku mendengar suara retakan dari atap gedung. Namun tak menyadari itu api yang membakar atap.
"Mereka lari keluar setelah menyadari ada asap. Ketika di luar baru terlihat api sudah besar di atap," kata Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir dari kesaksian.
Dari video-video yang beredar saat peristiwa berlangsung, kobaran api besar berada di atap lobi dan ruang Sekretaris Dewan (Sekwan).
Pengamatan wartawan Jawa Pos Radar Semarang, ruang lobi luluh lantak. Terutama sisi barat.
Sofa, layar monitor, dan meja resepsionis sudah tak berbentuk. Sementara lobi sisi timur masih relatif berbentuk. Hanya tertimpa reruntuhan.
Ruang Sekwan lebih parah. Semua barang dan benda yang berada di ruangan tersebut ludes terbakar. Bahkan, kaca jendela pecah, meja kerja, kursi, hingga pintu kamar mandi hangus.
Abdul Munir mengatakan, sebagian besar dokumen dan berkas-berkas masih bisa terselamatkan.
Usai kejadian hingga esoknya, para staf dan pegawai Sekretariat DPRD mengevakuasi semua yang bisa terselamatkan.
"Laptop dan lain-lain juga sudah kami amankan. Yang terbakar itu hanya lobi dan ruang Pak Sekwan, itu memang parah. Lainnya hanya kena imbasnya, kena rontokan plafon," ungkapnya.
Selain evakuasi barang-barang, Minggu (22/12/2024) DPRD langsung menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Pemkab Pekalongan.
Rapat digelar di ruang sidang paripurna yang sama sekali tak terdampak kebakaran.
Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar mengatakan, rakor menghasilkan sejumlah hal terkait penyikapan gedung DPRD yang terbakar.
Di antaranya soal asesmen gedung pasca-terbakar dan penyiapan kantor sementara untuk DPRD.
"Sepertinya gedung ini (ruang sidang paripurna) masih bisa dipakai untuk sekretariat. Jadi nanti sekretariat kami pindahkan ke sini, sedangkan ruang fraksi dan komisi DPRD kami carikan gedung lain," ungkapnya.
Opsinya, lanjut Akbar, ialah Gedung Pertemuan Umum (GPU) dan Gedung Bersama. Secepatnya pihaknya akan mengecek kesiapan dua gedung tersebut dan melakukan penataan.
"Kami pastikan aktivitas DPRD akan normal kembali pekan depan," katanya.
Belum diketahui berapa kerugian materi atas kejadian ini.
Saat ini proses asesmen tengah berlangsung. Begitu pun terkait penyebab pasti kejadian.
Hingga pukul 16.00 kemarin, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Polda Jateng masih berjibaku melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Nanti kepolisian, ya, yang menyimpulkan. Kan ada Tim Labfor juga. Tapi sementara ini sih (dugaannya) karena arus pendek listrik," tutur Akbar. (nra/ida)
Editor : H. Arif Riyanto