RADARMAGELANG.ID, Ungaran– Sebanyak 21 ton susu hasil produksi peternak di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang dipastikan tidak terserap di pasaran.
Hal ini akibat adanya pembatasan penjualan susu.
Meski begitu, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang Edy Sukarno berupaya susu dari para peternak sapi dibeli ASN.
Hal tersebut dilakukan guna menutup kerugian para peternak.
Edy juga mengatakan aksi bagi susu gratis yang dilakukan di Getasan dilakukan para peternak memang untuk menghabiskan stok yang dimiliki.
Pihaknya mengapresiasi para peternak melakukan hal tersebut.
Karena memang tidak bisa susu murni disimpan lama.
"Sesuai izin Bapak Plt Bupati Semarang, meski tidak membantu terlalu banyak tapi aksi peduli susu dari peternak sapi perah yang dibeli ASN ini bisa mengurangi stok mereka," ungkapnya.
Edy mengatakan, di Kabupaten Semarang ada 13.800 sapi dengan hasil sehari 92 ton susu.
Saat ada pembatasan peternak sapi perah di Kabupaten Semarang rugi hingga 21 ton susu.
Tak hanya meminta ASN untuk membeli Dispertanikap juga akan melakukan pembaharuan bibit hingga hilirisasi untuk olahan susu dijangka panjang.
Pembatasan penjualan jadi 71 ton susu, sehingga ada 21 ton susu yang tidak terserap.
"Berkaitan dengan pembatasan kemarin Pak Menteri sudah bertemu langsung dengan para peternak dan pengusaha susu. Semoga setelah ini ada kabar baik terkait pengembalian pembatasannya," ujarnya. (ria/aro)
Editor : H. Arif Riyanto