RADARMAGELANG.ID - SAMI Initiative merupakan salah satu komunitas relawan pengajar yang hadir untuk mengenalkan Bahasa Inggris dengan cara yang lebih luas dan menyenangkan. Komunitas ini lahir di Yogyakarta, kemudian menyebar ke kota-kota lain seperti Magelang, Balikpapan, dan Bandung.
Sejak September 2024, komunitas ini aktif di Magelang dengan melibatkan puluhan relawan yang mengajar di sekolah dasar dan panti asuhan.
Kehadiran SAMI Initiative di Magelang bermula karena adanya permintaan untuk membantu mengenalkan Bahasa Inggris kepada para siswa di SD Negeri Gelangan 1.
“Awal mulanya karena ada permintaan dari pihak SD Negeri Gelangan 1. Kebetulan mereka nggak punya guru Bahasa Inggris waktu itu, jadi minta tolong kita untuk bantu ngajar,” ujar Ketua SAMI Initiative, Indarrahmani Naila Kamila kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Dikatakan, para relawan pengajar SAMI Initiative dituntut untuk selalu kompak guna menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan.
Sebagai ketua, Naila berupaya untuk membangun chemistry serta komunikasi dua arah yang terbuka guna menghindari gap antar anggota.
Di Magelang, lanjut dia, SAMI Initiative berfokus pada pengenalan Bahasa Inggris kepada siswa sekolah dasar, seperti di SD Negeri Gelangan 1 dan SD Negeri Cacaban 1. "Melalui metode interaktif dan menyenangkan, para relawan berusaha membangkitkan semangat siswa dalam belajar Bahasa Inggris," katanya.
Salah satu relawan, Riflah Nabila, 20, yang merupakan seorang mahasiswa Program Studi Administrasi Negara mengaku tertarik bergabung bersama SAMI Initiative karena ingin menambah pengalaman dari sisi lain bidang studinya.
“Aku mau nambah background dari sisi lain, soalnya prodi AN itu bidangnya lebih ke pelayanan publik, kan pelayanan publik itu ada banyak, salah satunya pendidikan, nah itu aku mau coba coba dulu sih” jelasnya saat ditemui Kamis (28/8/2025).
Selain itu, dalam proses mengajar, Riflah bersama tiga orang rekannya memilih menggunakan metode pembelajaran di luar kelas agar siswa lebih antusias dalam belajar Bahasa Inggris.
“Kemarin aku pembelajarannya di luar kelas. Aku ajak siswa muter terus kita main games juga dengan menyebutkan benda yang ada di sekitar menggunakan Bahasa Inggris, jadi mereka bisa lebih explore di luar,” ujarnya.
Riflah berharap, agar ke depannya komunikasi yang tercipta antara pihak SAMI, sekolah, dan relawan bisa semakin baik.
“Relawan sudah bersedia meluangkan waktu. Jadi, diharapkan komunikasi antara SAMI dengan sekolah bisa lancar guna menghindari miskom satu sama lain,” harap Riflah.
Dengan semangat humanis, SAMI Initiative terus berupaya mengenalkan Bahasa Inggris melalui pendekatan sederhana dan menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan untuk anak-anak di Magelang. (mg10/mg7/aro)
Editor : H. Arif Riyanto