Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Dokter Muda India yang Dirudapaksa dan Dibunuh sedang Persiapkan Pernikahan, Ayah Korban Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

H. Arif Riyanto • Rabu, 21 Agustus 2024 | 01:03 WIB
Sanjay Roy (kiri), pria yang jadi tersangka rudapaksa hingga tewas dokter magang di India, Dr Moumita Debnath
Sanjay Roy (kiri), pria yang jadi tersangka rudapaksa hingga tewas dokter magang di India, Dr Moumita Debnath

RADARMAGELANG.ID— Kasus rudapaksa dan pembunuhan dengan korban dokter muda Dr. Moumita Debnath, 31, di RG Kar Medical College and Hospital pada 9 Agustus lalu menyisakan duka mendalam bagi keluarganya.

Diketahui, ternyata Dr. Moumita Debnath Tengah mempersiapkan pernikahannya.

Hal ini dikatakan ayah dokter Moumita seperti dilansir dari BBC.

Orang tua dokter muda yang diperkosa dan dibunuh saat bertugas malam di rumah sakit di Kolkata, India itu mengatakan, putrinya sedang mempersiapkan pernikahannya sebelum pembunuhan itu terjadi.

Praktis, rencana itu pun akhirnya kandas.

“Di usia 62 tahun, semua impian saya hancur. Kami ingin hukuman seberat-beratnya bagi pelakunya,” kata ayah dokter berusia 31 tahun itu

Keluarga dokter Moumita tinggal  di bangunan rumah bercat putih di lingkungan permukiman padat.

“Bangsa kami, negara kami, bahkan seluruh dunia meminta keadilan,” tutur sang ayah.

Ibu korban duduk diam di sampingnya, tampak linglung.

Dokter junior di kota Kolkata sedang bertugas sif malam di RG Kar Medical College di kota itu ketika dia diperkosa dan dibunuh saat beristirahat di ruang seminar gedung tersebut pada 9 Agustus silam.

Dia baru saja berbincang via telepon dengan ibunya beberapa menit sebelumnya, sekitar pukul 11 malam.

Sang ibu mengenang kata-kata terakhir putrinya: “Tolong pastikan ayah meminum obatnya tepat waktu – jangan khawatirkan saya.”

“Itu terakhir kalinya kami berbicara. Keesokan harinya, teleponnya terus berdering.”

Ayahnya menderita tekanan darah tinggi dan meminum obat secara tepat waktu adalah hal yang penting.

“Dia akan selalu memastikan saya tidak melewatkan satu dosis pun,” kenang ayahnya seperti dilansir dari BBC.

“Suatu ketika, ketika saya kehabisan obat, saya pikir saya akan membelinya keesokan harinya. Tapi dia mengetahuinya, dan meskipun saat itu sekitar jam 10 atau 11 malam, sebelum makan malam, dia berkata, ' Bapi (sebutan sayang untuk ayah), tidak ada seorang pun di rumah ini yang makan sampai obatnya ada di sini,” katanya.

“Begitulah sifatnya – dia tak akan akan pernah membiarkan saya khawatir tentang apa pun.”

Insiden pemerkosaan dan pembunuhan yang dialami dokter muda tersebut mengingatkan kembali pada kasus serupa yang terjadi pada 2012 silam ketika seorang fisioterapis magang berusia 22 tahun diperkosa beramai-ramai di dalam bus yang sedang melaju di ibu kota India, Delhi.

Luka-luka yang dialami perempuan tersebut berujung fatal.

Setelah insiden tersebut, undang-undang yang melarang kekerasan seksual di India diperketat.

Akan tetapi, laporan kasus kekerasan seksual di negara itu terus meningkat dan akses terhadap keadilan masih menjadi tantangan bagi perempuan India.

Pemerkosaan dan pembunuhan dokter di Kolkata baru-baru ini kembali menyoroti tantangan yang dihadapi oleh petugas kesehatan.

Mereka menuntut investigasi menyeluruh dan tidak memihak. Mereka juga menghendaki adanya undang-undang federal untuk melindungi mereka – terutama petugas kesehatan perempuan – di tempat kerja.

Menteri Kesehatan federal India, JP Nadda, meyakinkan para dokter bahwa ia akan mengambil tindakan tegas untuk memastikan keselamatan yang lebih baik di lingkungan profesional mereka.

Komisi Medis Nasional, sebuah badan pemerintah India yang mengatur pendidikan kedokteran, juga telah mengeluarkan imbauan bagi semua perguruan tinggi dan institusi kedokteran untuk memastikan tempat kerja yang aman.

Seperti diketahui, seorang dokter magang di India tewas dibunuh usai dirudakpaksa puluhan pria.

Kasus ini menimpa dokter muda Dr. Moumita Debnath, 31.

Aksi brutal itu terjadi di Kolkata, India, pada 9 Agustus lalu.

Sebagai bentuk solidaritas, para dokter di India turun ke jalan menuntut pelaku dihukum seberat-beratnya.

Kasus yang dialami dokter magang yang tewas dibunuh usai dirudapaksa di RG Kar Medical College and Hospital pada 9 Agustus lalu ini pun ramai di media sosial dan menjadi perhatian dunia.

Berdasarkan laporan sejumlah media lokal India, peristiwa itu terjadi ketika dokter magang itu tengah beristirahat di aula seminar RG Kar Medical College and Hospital usai bekerja 36 jam non-stop.

Ia kemudian ditemukan tak bernyawa keesokan paginya dengan kondisi tubuh berlumuran darah.

Laporan polisi menunjukkan sang dokter mengalami kekerasan seksual sebelum akhirnya dibunuh.

Sebanyak 150 mililiter sperma ditemukan di tubuh sang dokter.

Polisi masih menyelidiki apakah pelaku pemerkosaan satu orang atau sejumlah orang.

Kondisi tubuh korban sangat mengenaskan ketika ditemukan oleh rekan kerjanya.

Beberapa bagian tubuhnya berlumuran darah seperti di area mata, mulut, dan alat vital.

Sejumlah luka juga ditemukan di kaki kiri, leher, tangan kanan, serta jari manis.

Investigasi awal pun menunjukkan bahwa terduga pelaku pemerkosaan dan pembunuhan adalah Sanjay Roy, pria 33 tahun yang bergabung dengan kepolisian sebagai relawan sipil pada 2019.

Polisi mengatakan, Sanjay Roy telah menikah setidaknya empat kali dan dikenal sebagai tukang selingkuh.

Sanjay Roy dekat dengan sejumlah perwira polisi senior selama bertahun-tahun.

Kedekatannya dengan para perwira senior itu diduga membuat sang petinju terlatih dipindahkan ke Dewan Kesejahteraan Polisi Kolkata dan ditempatkan di pos polisi di RG Kar Medical College and Hospital.

Biro Investigasi Pusat (Central Bureau of Investigation/CBI) India telah menangkap Sanjay Roy pada Sabtu (17/8/2024) di tengah demo dan mogok kerja besar-besaran oleh asosiasi dokter se-India.

Sanjay Roy bakal menjalani analisa psikologis oleh tim dari Laboratorium Pusat Ilmu Forensik Central Forensic Science Laboratory (CFSL).

Selain menangkap Sanjay Roy, CBI juga telah memeriksa mantan kepala RG Kar Medical College and Hospital, Sandip Gosh, sehubungan dengan dugaan pemerkosaan dan pembunuhan.

Pemeriksaan itu sudah berlangsung selama dua hari berturut-turut sejak Jumat (16/8/2024).

Total 20 orang telah diperiksa terkait dengan kasus ini. Beberapa yang diperiksa termasuk para dokter dan polisi yang bertugas di RG Kar Medical College and Hospital. (*/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#dokter india dibunuh #dokter India #dokter india diperkosa puluhan pria #dokter india akhiri mogok kerja #dokter india diperkosa