Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Tanggul Kali Wulan Jebol, Jalan Pantura Karanganyar Demak Lumpuh Total, Ini Wilayah yang Terdampak…

Wahib Pribadi • Kamis, 8 Februari 2024 | 22:14 WIB
Jalan Raya Pantura Demak bagian timur di wilayah Karanganyar lumpuh akibat banjir.
Jalan Raya Pantura Demak bagian timur di wilayah Karanganyar lumpuh akibat banjir.

RADARMAGELANG.ID, Demak-- Banjir di Kabupaten Demak makin tidak terkendali.

Terbaru, tanggul Sungai Wulan di wilayah Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar jebol di dua titik.

Dampaknya, selain merendam areal persawahan dan permukiman warga, air bah juga membanjiri Jalan Raya Pantura Karanganyar.

Akibatnya, jalan nasional  tersebut lumpuh total. 

Banjir merendam jalan raya, utamanya jalan setelah Jembatan Tanggul Angin, perbatasan Kudus ke arah barat atau ke arah Demak.

Banjir ini membuat arus lalulintas dari arah Kudus menuju Demak macet panjang.

Pun, sebaliknya dari Demak ke Kudus krodit.

Banjir setinggi roda ini  menyulitkan kendaraan bergerak. 

Warga sekitar jalan raya juga mengeluhkan kondisi banjir ini.

Sebab, saat kendaraan lewat, gelombang air banjir langsung menerjang rumah warga di tepi jalan yang juga kebanjiran.

Camat Karanganyar Ungguh Prakoso menyampaikan, akibat jebolnya tanggul kanan Sungai Wulan dan Kali Jratun tersebut tidak hanya membuat Jalan Pantura Karanganyar macet.

Namun, juga berdampak pada warga setempat.

"Di Desa Ketanjung, jumlah pengungsi 300 KK atau 600 jiwa. Sementara ini, lokasi pengungsian berada di rumah Kepala Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar,"kata Ungguh Prakoso. 

Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak menyebutkan, banjir yang melanda tersebut akibat jebolnya  Sungai Wulan dan Kali Jratun alur saluran Waduk Kedungombo.

Sebelumnya, sejumlah tanggul sungai juga jebol.

Bupati Demak dr Eisti'anah mengatakan, ada sembilan tanggul sungai jebol, termasuk dua titik tanggul di Sungai Wulan dan Kali Jratun.

"Kita mencoba untuk menanggulangi untuk tanggul yang jebol sebelumnya. Tapi, yang Sungai Wulan ini memang sungai besar sehingga kita kesulitan,"ujarnya.

Data lanjutan dari BPBD Demak disebutkan, di Kecamatan Gajah, wilayah banjir meliputi Desa Tambirejo dengan ketinggian air 20 cm.

Areal persawahan terendam.

Di Desa Medini, banjir merendam persawahan.

Kemudian, di Desa Sambung, banjir merendam jalan raya dan persawahan.

Demikian pula, di Desa Wilalung, jalan dan persawahan terendam banjir.

Di Kecamatan Dempet, banjir melanda Desa Sidomulyo.

Sebanyak 1.200 KK atau 4.800 jiwa terdampak.

Di Desa Gempoldenok, wilayah terdampak 694 KK atau 2.776 jiwa.

Di Desa Kebonsari, permukiman warga yang terdampak ada 811 KK atau 3.244 jiwa.

Di Desa Balerejo yang terdampak ada 1.617 KK atau 6.468 jiwa.

 

Di Desa Kedungori yang terdampak ada 1.201 KK atau 4.804 jiwa.

Berikutnya, di Desa Kuwu yang terdampak 1.149 KK atau 4.596 jiwa.

Di Desa Kramat yang terkena banjir 1.591 KK atau 6.364 jiwa, dan di Desa Harjowinangun ada 1.761 KK atau 7.044 jiwa.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak Agus Nugroho LP mengatakan, bantuan karung sangat dibutuhkan termasuk logistik.

"Kita siapkan tempat pengungsian, dapur umum hingga posko kesehatan,"katanya. (hib/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#pengungsi #banjir demak #banjir demak terkini #tanggul jebol #Bupati Demak dr Eisti’anah #BPBD Demak