Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Pertina Wonosobo Dikukuhkan, Bertekad Bina Atlet Tinju dari Usia Sekolah

Sigit Rahmanto • Selasa, 17 Februari 2026 | 17:47 WIB
Pelantikan Pertina Kabupaten Wonosobo periode 2026-2030, Selasa (17/2/2026).
Pelantikan Pertina Kabupaten Wonosobo periode 2026-2030, Selasa (17/2/2026).

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Dunia tinju di Wonosobo memiliki harapan baru. Pengurus Persatuan Petinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Wonosobo periode 2026–2030, resmi dikukuhkan, Selasa (17/2/2026).

Pelantikan pengurus baru ini menjadi titik awal pembenahan sistem, dari pencarian bakat hingga pembinaan berjenjang.

Ketua Pertina Wonosobo, Mantep Abdul Ghoni, menegaskan organisasi yang dipimpinnya tidak akan sekadar mengejar prestasi instan.

Fokus utama diarahkan pada pengenalan tinju hingga ke lapisan terbawah, dengan pola pembinaan terstruktur dan terkoordinasi bersama Pengurus Provinsi Pertina Jawa Tengah.

“Arahan dari provinsi jelas, pembinaan harus dimulai dari bawah. Kami akan konsultasi dengan para senior terkait usia ideal untuk mulai ditarik dan dibina,” ujar Mantep.

Menurut dia, potensi tinju Wonosobo bukan hal baru. Karakter keberanian masyarakat dinilai telah lama terbentuk, namun belum sepenuhnya diarahkan ke ruang yang tepat.

“Sejak dulu Wonosobo dikenal berani. Nyalinya sudah ada. Tinggal bagaimana diarahkan ke jalur yang positif dan aman. Tinju ini adu nyali yang terkontrol,” katanya.

Ia menekankan, pembinaan resmi menjadi kunci agar energi dan potensi generasi muda tidak tersalurkan ke aktivitas yang berisiko. Tinju, dalam konteks olahraga, adalah disiplin, teknik, dan sportivitas.

Ketua Umum Pertina Jawa Tengah, Kairul Anwar, menyebut Wonosobo berada dalam momentum kebangkitan.

Lima atlet tinju daerah ini telah lolos ke ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah.

Ia mengingatkan, keberhasilan tidak boleh berhenti pada satu momentum. Pembinaan, kata dia, harus berkelanjutan dan terukur. “Kalau tahun lalu muncul satu atlet, hari ini harus lima. Itu baru namanya pembinaan. Tidak boleh stagnan,” katanya.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menegaskan regenerasi atlet tidak bisa dilakukan secara instan.

Dengan 265 desa dan kelurahan yang tersebar di wilayahnya, ia meminta Pertina aktif masuk ke sekolah dan desa untuk menjaring bibit muda.

“Atlet itu harus dimulai dari bawah. Tidak bisa langsung ambil yang sudah dewasa lalu diturunkan bertanding. Itu berisiko,” ujar Afif.

Menurut dia, prestasi tinju Wonosobo sebenarnya sudah pernah muncul di tingkat kabupaten dan provinsi.

Namun gaungnya belum cukup kuat di tengah masyarakat. Karena itu, pengenalan olahraga tinju sejak usia sekolah menjadi strategi penting untuk membangun fondasi jangka panjang. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#BUpati Wonosobo afif Nurhidayat #Pembinaan #Pertina Kabupaten Wonosobo #persatuan petinju amatir indonesia