RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Pemerintah Kabupaten Wonosobo berkomitmen melibatkan perempuan dalam pembangunan.
Hal itu diimplementasikan melalui musrenbang perempuan yang diadakan Kamis (16/2/2024) di Pendopo Selatan.
“Pelibatan perempuan dalam perencanaan, formulasi, pelaksanaan, monitoring, hingga evaluasi kebijakan dan program pembangunan menjadi sebuah hal yang penting dan strategis,”papar Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar ketika membuka acara.
Menurutnya musrenbang perempuan dapat menjadi sarana yang efektif untuk mempertemukan perangkat daerah yang bersinggungan dengan isu-isu ketimpangan gender dengan perwakilan dari organisasi perempuan dan masyarakat.
Melalui momentum ini, Albar berharap pengarusutamaan gender di Kabupaten Wonosobo dapat semakin maju.
Sehingga hasil pembangunan dapat secara inklusif memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Wonosobo.
“Saya optimistis melalui musrenbang ini akan dihasilkan rumusan-rumusan strategis yang dapat dikembangkan menjadi program riil. Yang mampu mewadahi aspirasi perempuan serta menciptakan ruang aman, juga hasil pembangunan yang tepat guna dan tepat sasaran,” harap wabup.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Wonosobo, Dyah Retno Sulistiyowati.
Dijelaskan mengenai strategi kesetaraan gender dan inklusi sosial, serta capaian indeks pembangunan gender (IPG) Kabupaten Wonosobo tahun 2022.
IPG menurutnya mengukur keberhasilan pembangunan kesetaraan gender dalam hal kualitas hidup laki-laki dan perempuan dari dimensi kesehatan, pendidikan dan ekonomi, sebesar 92,65 atau peringkat 20 di Jawa Tengah
“Dan indeks pemberdayaan gender (IDG), sebagai ukuran keberhasilan pembangunan kesetaraan gender dalam sumbangan pendapatan perempuan, keterlibatan perempuan di parlemen, dan perempuan sebagai tenaga profesional, saat ini baru mencapai 49,19 atau terendah di Jawa Tengah,” paparnya.
Lebih lanjut dijelaskan, kondisi di atas menggambarkan pengarusutamaan gender perlu terus ditingkatkan.
Mengingat perempuan memiliki potensi yang besar dalam memberikan sumbangsih terhadap pembangunan.
Kondisi ini tidak lepas dari terbatasnya peluang perempuan, yang bersumber dari nilai dan norma masyarakat, untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, kelembagaan, serta kegiatan lainnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Wonosobo, Supriyadi menggungkapkan, musrenbang perempuan akan memperkuat kapasitas perempuan dalam proses perencanaan pembangunan responsif gender dan inklusif.
Menampung aspirasi spesifik perempuan, anak dan isu inklusivitas. Memberikan akses dan peluang lebih kepada perempuan dan anak. Juga meningkatkan pencapaian kinerja pembangunan perspektif gender. Mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo