Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selamatkan Komoditas dari Embun Upas, Petani Kentang Dieng Terpaksa Panen Dini

S
Penulis: Sigit Rahmanto❯
Tanaman kentang di kawasan Dieng mengering akibat terkena embun upas pada musim kemarau tahun ini. (Istimewa)
Tanaman kentang di kawasan Dieng mengering akibat terkena embun upas pada musim kemarau tahun ini. (Istimewa)

Advertisement

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Ratusan hektare tanaman kentang yang tengah dibudidayakan petani di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, terancam gagal panen. Lantaran adanya embun upas di kawasan Dieng yang membuat tanaman mati.

Data yang disampaikan Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo, sedikitnya terdapat 206,5 hektare total luasan lahan kentang aktif yang ditanam di empat desa yang menjadi titik rawan terdampak fenomena embun upas di kawasan dieng.

Advertisement

Berdasarkan data sebaran luas tanam pada triwulan I 2026, Desa Sikunang memimpin dengan luasan tanam 62,5 hektare.

Diikuti Desa Sembungan 59 hektare, Desa Patakbanteng 46 hektare, dan Desa Dieng Wetan seluas 39 hektare. 

Advertisement

Kepala Bidang Bina Program Dispaperkan Wonosobo, Umar Said membenarkan tingginya risiko yang dihadapi oleh populasi tanaman kentang di wilayah-wilayah tersebut.

Karakteristik topografi desa yang cenderung datar menjadi alasan mengapa luasan tanam di sana sangat rentan terhadap serangan embun beku.

"Kami sudah memberikan edukasi melalui petugas penyuluh lapangan (PPL). Potensi embun upas ini paling rawan menyerang lahan-lahan yang agak datar karena pergerakan angin berhenti di sekitar wilayah itu, menyebabkan perubahan suhu udara menjadi sangat ekstrem," kata Umar Said, Senin (20/7/2026).

Umar menambahkan, PPL sebenarnya telah rutin mengingatkan para petani mengenai potensi kerawanan cuaca dingin yang diprediksi memuncak pada rentang Juni hingga Agustus ini.

Meski demikian, petani di empat desa tersebut memilih tetap menanam kentang secara masif. 

Advertisement

Artikel Terkait

Terdingin Sepanjang 2026, Suhu Dieng Tembus Minus 6 Derajat Celsius, Embun Upas Kembali Selimuti Kawasan Wisata

Terdingin Sepanjang 2026, Suhu Dieng Tembus Minus 6 Derajat Celsius, Embun Upas Kembali Selimuti Kawasan Wisata

Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng kembali berselimut kristal es pada Kamis (9/7/2026) pagi. Kemunculan ini diklaim menjadi salah satu yang paling dingin di sepanjang tahun 2026 berjalan.

Bediding di Dieng Munculkan Embun Upas, Jadi  Magnet Wisawatan: Tiket Akhir Pekan Tembus 1.620 Lembar per Hari

Bediding di Dieng Munculkan Embun Upas, Jadi Magnet Wisawatan: Tiket Akhir Pekan Tembus 1.620 Lembar per Hari

suhu dingin ekstrem di Dieng kembali menjadi magnet kuat bagi pelancong. cuaca dingin yang menusuk tulang dalam beberapa pekan terakhir justru mendongkrak wisatawan karena munculnya embun beku atau embun upas.

Hutan Lindung Gunung Pakuwaja Dieng Terbakar, Kawasan Seluas 5,27 Ha Ludes

Hutan Lindung Gunung Pakuwaja Dieng Terbakar, Kawasan Seluas 5,27 Ha Ludes

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Hutan Lindung Petak 7-7 Gunung Pakuwaja, Dataran Tinggi Dieng. Amukan api yang membakar vegetasi seluas 5,27 hektare tersebut berhasil dipadamkan tim gabungan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer