Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Jalan Rusak Bertahun-tahun, Warga Tlogopucang Kandangan Rela Swadaya Nambal Jalan Kabupaten

Devi Khofifatur Rizqi • Kamis, 21 Agustus 2025 | 23:46 WIB
Warga Tlogopucang, Kandangan, kerja bakti menambal jalan, Kamis (21/8/2025).
Warga Tlogopucang, Kandangan, kerja bakti menambal jalan, Kamis (21/8/2025).

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Kondisi jalan kabupaten di Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, rusak parah.

Alih-alih diperbaiki pemerintah, warga setempat justru harus bergotong-royong menambal jalan secara swadaya sejak 2022.

Pantauan wartawan ini, kondisi Jalan Rowoseneng-Tlogopucang tampak banyak lubang. Kondisi aspalnya rusak hingga sebagian badan jalan terkelupas.

Selain itu, warga yang melintas harus sabar memilih jalan agar tidak terperosok ke lubang yang cukup lebar. 

Kondisi jalan rusak di wilayah Rowoseneng-Tlogopucang sudah berlangsung bertahun-tahun. Parahnya, jalan tersebut menjadi akses utama warga dan menjadi penghubung ke wilayah Sumowono, Kabupaten Semarang.

"Ruas jalan ini akses vital penghubung warga menuju ke wilayah Sumowono, Kabupaten Semarang. Ini juga jalan utama bagi warga mengangkut hasil pertanian untuk dijual," ungkap Tarozin, warga Tlogopucang.

Pria 44 tahun ini Tarozin mengatakan, kerusakan jalan di jalur Rowoseneng–Tlogopucang mencapai 3,5 kilometer dalam kondisi rusak berat.

Sementara 5 kilometer lainnya masuk kategori rusak sedang.  Maka, ia bersama Paguyuban Sopir Tlogopucang (PST) secara swadaya menambal lubang jalan di wilayah tersebut.

“Sudah berkali-kali kami nambal jalan sendiri. Kira-kira sejak 2022 dan itu swadaya dari komunitas sopir Tlogopucang. Tapi kerusakan terus muncul lagi karena tidak ada perbaikan permanen,” ujarnya, Kamis (21/8/2025).

Tarozin menyebut, penambalan jalan dilakukan ketika dana swadaya sudah terkumpul. Hal itu dilakukan sejak 2022 silam karena prihatin dengan kondisi jalan yang rusak. Parahnya, kondisi itu bisa membahayakan pengendara.

"Biasane kui kumpul Rp 4 juta atau Rp 5 juta kami belikan semen dan pasir buat nambal yang berlubang. Apalagi jalanan ini tanjakan dan bisa membahayakan warga pas berpapasan," ujarnya.

Warga lainnya, Hadi Syafii, menyebut jalan rusak sudah dibiarkan sejak empat tahun terakhir. Akibatnya, kecelakaan kerap terjadi karena pengendara terjebak lubang. 

“Sering ada yang jatuh. Selain itu, pengiriman hasil bumi dari sini jadi terganggu,” tuturnya.

Menurutnya, ruas jalan yang hanya selebar tiga meter ini mestinya menjadi prioritas pemerintah. Terlebih, anggaran desa yang mencapai Rp 1,5 miliar pada tahun ini, dinilai tidak jelas pemanfaatannya untuk memperbaiki infrastruktur utama desa. 

"Kami tidak tahu dipakai untuk apa saja, tapi yang jelas jalan ini belum tersentuh. Kalau diukur dan dicek sama orang dinas sudah sering, tapi belum ada realisasi perbaikannya," tambah Hadi.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti keluhan tersebut agar akses perekonomian warga tidak semakin terhambat. Selain itu, dibutuhkan penerangan jalan untuk keselamatan pengendara.

"Di sini juga gak ada lampu penerangannya. Kami ingin wilayah perbatasan juga diperhatikan," harap Hadi. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Swadaya #paguyuban sopir tlogopucang #tlogopucang kandangan #jalan rusak