
RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Penguasaan bahasa Inggris dan kemampuan berbicara di depan umum menjadi bekal penting bagi siswa madrasah untuk menghadapi perkembangan dunia pendidikan, teknologi, dan persaingan global.
Kedua kemampuan tersebut perlu dikembangkan sejak dini agar siswa memiliki kepercayaan diri sekaligus kesempatan lebih luas dalam melanjutkan pendidikan maupun merancang masa depan.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan Workshop English Public Speaking bagi Siswa Madrasah Temanggung yang berlangsung di Temanggung, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, dengan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang.
Hadir dalam workshop tersebut jajaran pimpinan FTIK UIN Walisongo Semarang, Dekan FTIK UIN Walisongo Prof. Dr. Abdul Rohman, Wakil Dekan I Dr. Ahmad Muhtohar, Wakil Dekan III Dr. Karnadi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung M. Soleh Mubin, MH. Hadir pula Ketua Program Studi Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional Jakarta Dr. Siti Tuti Alawiyah dan jajaran dosen yang mengajar workshop, Kepala MAN Temanggung Ali Masyhar, jajaran pejabat dan staf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, para guru pendamping, dan 100 siswa madrasah peserta workshop.
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan H. Wibowo Prasetyo mengatakan, siswa madrasah harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan berbahasa asing dan keterampilan komunikasi.
Menurutnya, penguasaan bahasa Inggris bukan lagi sekadar kebutuhan akademik, melainkan salah satu sarana untuk mengakses pengetahuan dan membuka peluang di tingkat internasional.
“Anak-anak madrasah tidak boleh merasa minder menghadapi persaingan global. Mereka memiliki bekal pendidikan agama, karakter, dan akhlak yang kuat. Bekal tersebut harus dilengkapi dengan kemampuan bahasa Inggris, penguasaan teknologi, serta keberanian menyampaikan gagasan,” kata Wibowo, legislator Dapil Jawa Tengah VI (Kota/Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Purworejo).
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi memungkinkan siswa madrasah di daerah mengakses sumber pembelajaran dari berbagai negara, mengikuti kompetisi internasional, hingga membangun komunikasi dengan masyarakat dunia. Namun, kesempatan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan berbahasa dan kepercayaan diri.
“Jangan takut salah ketika berbicara bahasa Inggris. Kemampuan itu tidak datang secara tiba-tiba, tetapi melalui latihan dan keberanian mencoba. Saya berharap suatu saat siswa madrasah dari Temanggung mampu tampil di forum internasional, menyampaikan gagasan dengan percaya diri, tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai yang diajarkan di madrasah,” ujarnya.



