Butuh Dukungan Semua Elemen Soal Nasib Tembakau Temanggung

RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Perjuangan menjaga keberlangsungan sektor pertembakauan di Kabupaten Temanggung tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah.
Dukungan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menyuarakan aspirasi mengenai pembahasan aturan turunan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan. Aturan tersebut dinilai berpotensi berdampak pada masa depan tembakau Temanggung.
Kondisi ini juga menjadi perhatian kalangan mahasiswa. Mereka menyampaikan kekhawatiran terhadap sejumlah usulan regulasi.
Seperti pembatasan kadar tar maksimal 10 mg dan nikotin 1,0 mg pada produk rokok, serta rencana penerapan kemasan rokok polos tanpa merek (plain packaging).
Mahasiswa menilai kebijakan tersebut berpotensi memberikan dampak langsung terhadap sektor pertembakauan di Temanggung. Terlebih, sektor ini menjadi identitas daerah sekaligus sumber penghidupan masyarakat.
"Kadar tar dan nikotin tembakau Temanggung ini tinggi. Kami khawatir jika aturan itu diterapkan, tidak lagi sesuai dengan kebutuhan industri. Ini berpengaruh terhadap orang tua kami sebagai petani tembakau," kata Muhammad Luthfi, mahasiswa INISNU Temanggung ketika menyampaikan aspirasinya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Temanggung Agus Setyawan menyebut, pemerintah daerah selama ini terus mengikuti dan mengawal berbagai kebijakan nasional. Termasuk yang berkaitan dengan industri hasil tembakau.
Menurutnya, sejumlah regulasi sebelumnya juga telah memberikan dampak terhadap sektor pertembakauan.
Termasuk kebijakan kenaikan cukai yang dinilai memengaruhi daya beli dan penyerapan bahan baku.
“Kami memahami keresahan masyarakat. Produk tembakau Temanggung memiliki karakteristik yang berbeda dan selama ini menjadi kekuatan ekonomi daerah. Karena itu kami juga terus mengawal proses pembahasan aturan turunannya,” ujarnya Jumat (19/6/2026).



