Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Hari Ketiga, Pencarian Dua Korban Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi Kerahkan Anjing Pelacak dan Alat Berat

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Kamis, 5 Maret 2026 | 18:02 WIB

Proses pencarian dua korban yang hanyut terseret banjir lahar dingin di Sungai Senowo yang berhulu di Gunung Merapi Magelang kembali dilanjutkan.
Proses pencarian dua korban yang hanyut terseret banjir lahar dingin di Sungai Senowo yang berhulu di Gunung Merapi Magelang kembali dilanjutkan.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid-Proses pencarian dua korban yang hanyut terseret banjir lahar dingin di Sungai Senowo yang berhulu di Gunung Merapi, Magelang kembali dilanjutkan, Kamis (5/3/2026).

Dari lima orang yang dilaporkan hilang, sampai Rabu (4/3/2026), baru ditemukan tiga orang yang dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan Hasyim dan Maryuni masih belum ditemukan.

Saat pencarian hari ketiga kemarin, Tim SAR gabungan mulai bergerak sejak pukul 08.00.

Koordinator Unit Siaga Basarnas Borobudur Arif Yulianto mengatakan, untuk proses pencarian di hari ketiga ini masih sama seperti kemarin. 

“Hari ini proses pencarian kita bagi menjadi tiga sru,” jelas Arif kepada Jawa Pos Radar Magelang, Kamis (5/3/2026).

Proses pencarian dua korban yang hanyut terseret banjir lahar dingin di Sungai Senowo yang berhulu di Gunung Merapi Magelang kembali dilanjutkan.
Proses pencarian dua korban yang hanyut terseret banjir lahar dingin di Sungai Senowo yang berhulu di Gunung Merapi Magelang kembali dilanjutkan.

Arif menjelaskan, untuk sru satu proses pencarian difokuskan dekat warung Maryuni, salah satu korban yang hilang.

“Yang kita curigai, berdasarkan informasi dari sejumlah saksi mata, Ibu Maryuni terlihat terakhir tersambar banjir dan kondisi kejepit batu. Sehingga proses pencarian kita fokuskan di lokasi tersebut, tapi kita optimalkan menggunakan alat berat,” ujarnya.

Untuk sru kedua, lanjut Arif, proses pencarian dilakukan di bawah dam, tepatnya di lokasi titik penemuan korban kedua lalu.

Dalam proses pencarian ini, pihaknya juga mencoba mengoptimalkan dengan alat berat.

“Sedangkan untuk sru tiga, kita lakukan penyisiran mulai dari titik terakhir hari kedua pencarian kemarin. Dari dam tiga ke arah hilir sejauh dua kilometer,” ucapnya.

Selain dua alat berat yang dikerahkan dalam pencarian Maryuni dan Hasyim, pihaknya juga berkoordinasi dengan Polresta Magelang untuk menerjunkan anjing pelacak (K-9) untuk menyisir di antara material banjir.

Diakui, material yang cukup tebal menjadi salah satu kendala pencarian, di samping cuaca akhir-akhir ini yang tidak menentu.

“Untuk hari ini kondisi cuaca di atas (TKP) dalam kondisi mendung. Namun terus kita lakukan pemantauan di Pos Babadan untuk memantau kondisi cuaca di puncak Gunung Merapi. Jika terpantau hujan dan di TKP juga hujan, proses akan kita stop dulu demi keselamatan anggota Tim SAR gabungan ini,” ujarnya. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#gunung merapi #anjing pelacak #alat berat #basarnas #banjir lahar dingin #korban hanyut #Sungai Senowo #SAR Borobudur