Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mencicipi Bubur Blendrang Kuliner Legendaris Muntilan Magelang

M
Penjual melayani pembeli di Blendrang Stand New Nepen, Muntilan, Kabupaten Magelang. (SELINA ANGGELI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Penjual melayani pembeli di Blendrang Stand New Nepen, Muntilan, Kabupaten Magelang. (SELINA ANGGELI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Advertisement

RADARMAGELANG.ID, Mungkid- Blendrang Stand New Nepen merupakan salah satu kuliner khas Gunungpring, Muntilan yang sudah berdiri sejak 2014 dan menjadi makanan yang banyak digemari oleh masyarakat. 

Bubur blendrang ini menggunakan bahan dasar dari tepung beras dan tulang ayam menjadikan bubur ini berbeda dari bubur pada umumnya. Kuliner ini berlokasi di gang Jl. Nepen, Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Di sana terdapat berbagai menu antara lain, blendrang ayam, blendrang kambing, dan berbagai sate-satean. Pengunjung bisa memilih varian blendrang ayam pedas atau original, sedangkan untuk blendrang kambing hanya ada varian pedas. Harganya pun sangat terjangkau, untuk blendrang ayam Rp5.000 dan blendrang kambing Rp7.000. Sedangkan sate-satean mulai dari harga Rp1.000 sampai Rp4.000.

Advertisement

Bubur blendrang kuliner legendaris. (SELINA ANGGELI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Bubur blendrang kuliner legendaris. (SELINA ANGGELI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Pemilik Stand Bubur Blendrang, Nita, mengungkapkan menu favorit para pengunjung kebanyakan blendrang ayam pedas. “Kebanyakan itu pada suka yang blendrang ayam yang varian pedasnya” ujar Nita.

Ia juga menambahkan, perbedaan ciri khas dari bubur blendrang dengan bubur pada umumnya. “Kalau blendrang itu ciri khasnya yaitu lebih halus dari bubur karena dari tepung beras, terus isinya tulang, balungan tapi masih ada dagingnya, jadi masih ada sensasi ngrokot-ngrokot-nya,” tambahnya.

Advertisement

Popularitas blendrang khas Gunung Pring ini juga pernah didatangi food vlogger Nex Carlos yang mereview kuliner tersebut di kanal YouTube miliknya. Kehadiran konten kreator Nex Carlos ini turut mendongkrak nama blendrang hingga semakin dikenal luas oleh masyarakat.

Keunikan dari cita rasa bubur blendrang ini membuat pengunjung penasaran akan rasanya hingga membuat ketagihan. Salah satu pengunjung, Vani Ayunda dari Deyangan, mengaku sudah menjadi pelanggan setia sejak SMA hingga kuliah ini dan merasa ketagihan akan rasanya.

“Sudah sering. Dulu pas SMA pertama kali saya diajak sama teman nyoba ini, terus saya ketagihan terus saya ngajak temen saya. Pertama kali saya nyoba blendrang itu rasanya unik, terus eh kok ketagihan gitu, kok enak gitu, terus saya sering ke sini” ujar Vani, sapaan akrabnya.

Nita berharap agar kuliner ini tetap diminati oleh masyarakat dan blendrang stand bisa lestari.

“Semoga tetap diminati oleh masyarakat dan blendrang stand sebagai salah satu warisan kuliner khas Gunung Pring bisa lestari, bisa tetap ada sampai masa depan” harap Nita. (selina anggeli/suci ayu stianingrum)

Advertisement

Artikel Terkait

Rumah Makan Johar Sari  Hanya Mengolah Entok Kampung, Gurihnya Bikin Nagih

Rumah Makan Johar Sari Hanya Mengolah Entok Kampung, Gurihnya Bikin Nagih

Rumah makan ini dirintis pada 1999 oleh pasangan Ciptoroso dan Rotimah. Kini dilanjutkan oleh generasi kedua, Dinda Rahmasari bersama sang suami. usahanya semula tidak menjual entok, melainkan kupat tahu

Kopdes Merah Putih Kurang Sosialisasi ke Warga, Omzet Masih Rp200 Ribu per Hari

Kopdes Merah Putih Kurang Sosialisasi ke Warga, Omzet Masih Rp200 Ribu per Hari

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah turun langsung memantau operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Magelang.

Jelajah Kuliner Muntilan Magelang ala Youtuber Melki Bajaj

Jelajah Kuliner Muntilan Magelang ala Youtuber Melki Bajaj

Muntilan seringkali dilirik sebagai jalur lintasan antara Magelang dan Yogyakarta. Kecamatan kecil di Kabupaten Magelang ini sempat menjadi lokasi syuting film “Gadis Kretek” pada bulan Agustus 2022 lalu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer