RADARMAGELANG.ID, Semarang - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merah Putih Kabupaten Magelang merupakan salah satu rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Magelang yang relatif baru.
Namun dalam kurun waktu lima tahun, rumah sakit ini menunjukkan perkembangan yang signifikan. Menjelma menjadi rumah sakit rujukan yang semakin dipercaya masyarakat, baik dari sisi mutu layanan maupun tata kelola organisasi.
Di balik proses pertumbuhan tersebut, peran kepemimpinan dr. Leli Puspitowati, sebagai direktur pertama RSUD Merah Putih, menjadi faktor kunci dalam menentukan arah dan fondasi pembangunan rumah sakit.
Dengan kepemimpinan yang berlandaskan integritas, keteladanan, serta pendekatan partisipatif, RSUD Merah Putih tumbuh dari kondisi serba terbatas menuju institusi pelayanan kesehatan daerah yang semakin tertata dan adaptif terhadap perubahan.
RSUD Merah Putih lahir dalam kondisi yang jauh dari ideal. Pada masa awal pendirian, rumah sakit ini menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang belum lengkap, serta istem manajemen dan pelayanan yang harus dibangun dari nol.
Tantangan tersebut tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut pembentukan budaya kerja dan identitas organisasi.
Sebelum menjabat sebagai direktur, dr. Leli meniti pengabdian panjang di layanan kesehatan tingkat pertama, mulai dari dokter fungsional hingga kepala puskesmas.
Pengalaman tersebut membentuk perspektif kepemimpinan yang kuat pada pelayanan dasar, kedisiplinan sistem, serta empati terhadap kebutuhan masyarakat.
Pada 2019, saat RSUD Merah Putih mulai dibentuk, ia dipercaya sebagai kepala bidang pelayanan, ketika struktur manajemen rumah sakit masih dalam tahap awal dan direktur masih dijabat oleh pelaksana tugas dari RSUD Muntilan.
Situasi semakin menantang ketika pada 2020 pandemi Covid-19 melanda. RSUD Merah Putih saat itu belum sepenuhnya beroperasi dan masih dalam proses pengurusan izin operasional.
Pada Maret 2020 dr Leli ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Direktur RSUD Merah Putih, sekaligus tetap menjalankan tugas sebagai kepala bidang pelayanan.
Dalam waktu yang sangat terbatas, manajemen harus bergerak cepat untuk menyelesaikan izin operasional rumah sakit, menata sistem kerja, serta menyiapkan RSUD Merah Putih sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.
“Kondisinya sangat berat. Kami harus bergerak cepat, mengambil keputusan strategis, menata sistem, dan menyiapkan layanan di tengah situasi krisis. Namun kami yakin, dengan niat baik, kepemimpinan yang jujur, dan kerja bersama, semua bisa dilalui,” ujarnya.
Upaya tersebut membuahkan hasil dengan terbitnya izin operasional pada April 2020, sehingga RSUD Merah Putih dapat segera memberikan layanan kepada masyarakat di tengah situasi darurat kesehatan.
Dalam kepemimpinannya, dr. Leli menanamkan keyakinan bahwa seluruh pegawai RSUD Merah Putih adalah sumber daya manusia terpilih—mereka yang siap bekerja dalam situasi tidak biasa dan menghadapi tantangan besar.
Ia menekankan pentingnya disiplin, solidaritas, profesionalisme, serta niat pengabdian sebagai nilai utama organisasi.
Fondasi kebersamaan, keteladanan pimpinan, dan rasa memiliki terhadap instansi terbukti menjadi kekuatan utama RSUD Merah Putih dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk saat melayani pasien Covid-19.
Sistem manajemen semakin tertata, mutu pelayanan meningkat, kepercayaan masyarakat tumbuh, dan fasilitas pelayanan kesehatan terus dikembangkan.
Memasuki fase berikutnya, tantangan RSUD Merah Putih tak lagi sekadar membangun dari keterbatasan, tetapi menjaga keberlanjutan kinerja, konsistensi mutu layanan, serta penguatan tata kelola dan identitas organisasi. Dalam konteks inilah, dr Leli Puspitowati menegaskan arah kepemimpinan dan fokus transformasi rumah sakit.
“Kunci utama adalah penataan pelayanan dan penguatan identitas RSUD Merah Putih. Pelayanan harus semakin profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, berbagai terobosan strategis dilakukan. Antara lain penguatan digitalisasi dan pemanfaatan teknologi informasi untuk efisiensi pelayanan, penerapan Rekam Medis Elektronik (RME), serta pengembangan konsep smart hospital.
Di sisi layanan, RSUD Merah Putih menambah fasilitas penunjang seperti CT-scan, trauma center, dan klinik eksekutif, serta mengembangkan layanan unggulan medical check-up dan rencana hospital sport center.
Atas dedikasi dan kepemimpinannya dalam menata dan mentransformasi pelayanan kesehatan daerah, dr Leli Puspitowati menerima apresiasi dalam ajang Abdi Nagari Award 2025 yang diadakan Jawa Pos Radar Semarang, kategori Abdi Keteladanan Kepemimpinan dan Transformasi Pelayanan Kesehatan Daerah.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas proses panjang membangun RSUD Merah Putih.
Bukan hanya sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai institusi pelayanan publik yang berdiri di atas nilai kepemimpinan, budaya kerja yang sehat, tata kelola yang baik, dan pengabdian tulus kepada masyarakat Kabupaten Magelang. (rfk/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo